Rusia Pasok Empat Baterai Rudal ke Turki Senilai Rp37 Triliun
Agustiyanti | CNN Indonesia
Kamis, 28 Des 2017 00:24 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Rusia akan memasok empat baterai rudal pertahanan udara S-400 untuk Turki senilai US$2,5 miliar atau sekitar Rp33,75 triliun.
CEO Restect, perusahaan milik negara Rusia, Sergei Chemezo mengatakan, kesepakatan perdagangan antara dua negara tersebut saat ini disebut sudah hampir rampung.
Dikutip dari Reuters, kesepakatan tersebut telah menyebabkan kekhawatiran negara-negara Barat, karena Turki merupakan anggota NATO. Namun, sistem rudal Rusia tidak dapat diintegrasikan ke dalam arsitektur militer NATO.
Selain itu, hubungan antara Moskow dan aliansi militer Barat juga kini tegang, sebagian karena aneksasi Rusia di Semenanjung Krimea di Ukraina.
Chemezov menjelaskan,Turki akan membayar 45 persen biaya di depan. Sedangkan, sisanya sekitar 55 persen akan ditutupi dari pinjaman Rusia. Adapun Moskow diperkirakan akan memulai pengiriman pertama pada Maret 2020.
Chemezov menyebut, Turki adalah negara anggota NATO pertama yang memperoleh sistem rudal S-400 tingkat lanjut.
Saat ini, menurut dia, kementerian keuangan Rusia dan Turki telah menyelesaikan pembicaraan mengenai pembiayaan kesepakatan tersebut. Dokumen akhir pun sudah rampung dan hanya tinggal menunggu ditanda tangani kedua belah pihak. (agi/reuters)
CEO Restect, perusahaan milik negara Rusia, Sergei Chemezo mengatakan, kesepakatan perdagangan antara dua negara tersebut saat ini disebut sudah hampir rampung.
Dikutip dari Reuters, kesepakatan tersebut telah menyebabkan kekhawatiran negara-negara Barat, karena Turki merupakan anggota NATO. Namun, sistem rudal Rusia tidak dapat diintegrasikan ke dalam arsitektur militer NATO.
Lihat juga:AS Beri Sanksi Dua Pejabat Korut |
Selain itu, hubungan antara Moskow dan aliansi militer Barat juga kini tegang, sebagian karena aneksasi Rusia di Semenanjung Krimea di Ukraina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rusia Siap Jadi Penengah Korut dan AS |
Chemezov menyebut, Turki adalah negara anggota NATO pertama yang memperoleh sistem rudal S-400 tingkat lanjut.
Saat ini, menurut dia, kementerian keuangan Rusia dan Turki telah menyelesaikan pembicaraan mengenai pembiayaan kesepakatan tersebut. Dokumen akhir pun sudah rampung dan hanya tinggal menunggu ditanda tangani kedua belah pihak. (agi/reuters)