"Itu semacam retorika saja jika melihat kepentingan politik di Timur Tengah," kata Direktur Cultural Islamic Academy, Husein Ja'far Al-Hadar, di Jakarta, Sabtu (30/12).
Husein merujuk pada pernyataan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang mengatakan intervensi militer tersebut bertujuan untuk menjaga kedaulatan Yaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Husein menyampaikan sampai saat ini masih terus terjadi konflik perbatasan yang terjadi antara Arab Saudi dan Yaman.
Terkait dengan politik ideologi, Husein menjelaskan kedekatan kelompok pemberontak Houthi dengan Iran, negara yang mempunyai paham bertentangan dengan Saudi.
[Gambas:Video CNN]
Husein mengatakan Arab Saudi takut Yaman menjadi demokratis dan Houthi masuk di dalamnya.
"Akan mengancam eksistensi Saudi yang ada di sebelahnya terkait dengan ekonomi dan konflik perbatasan, minimal saya rasa itu motif Saudi," tutur Husein.
Intervensi tersebut dilakukan setelah pemberontak Syiah Houthi mengambil alih kendali atas ibukota Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman.
Lebih dari 8.750 orang tewas sejak koalisi mengintervensi peperangan, menurut Badan Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Koalisi Arab juga meningkatkan intensitas serangan udaranya setelah pertahanan udara Saudi mencegat peluru kendali balistik yang ditembakkan kelompok Houthi ke arah Riyadh pada 19 Desember lalu.
(aal)