Israel Dakwa Ahed Tamimi Remaja Palestina Penampar Tentara

Natalia Santi, CNN Indonesia | Selasa, 02/01/2018 09:30 WIB
Israel Dakwa Ahed Tamimi Remaja Palestina Penampar Tentara Ahed Tamimi, 16 tahun, remaja Palestina penampar tentara Israel didakwa dengan 12 tuduhan. Masa penahanan Ahed dan ibunya, Nariman diperpanjang hingga pekan depan, Senin (8/12). (AFP PHOTO / Ahmad GHARABLI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel mendakwa Aher Tamimi, 16 tahun, remaja Palestina penampar tentaranya,dengan tuduhan penyerangan, Senin (1/1), Insiden itu membuat Ahed dielu-elukan sebagai pahlawan oleh bangsa Palestina, dan dipandang memalukan oleh kubu sayap kanan Israel.

Aparat Israel telah menahan Ahed, setelah video yang memperlihatkan dia memukul tentara Israel di dekat rumahnya Desa Nabi Saleh, Tepi Barat beredar viral 15 Desember lalu. Menurut pihak militer, Ahed melempari tentaranya dengan batu.

Insiden itu membuat Ahed kian terkenal dan dianggap pahlawan. Surat kabar sayap kiri Israel, Haaretz menyebut kasus itu bisa menjadikan Ahed sebagai Joan de Arc-nya Palestina. Joan de Arc adalah pahlawan perempuan Prancis.




Namun kubu sayap kanan Israel memperdebatkan bahwa tentara tampak lemah dengan tidak membalas serangan Ahed. Militer Israel membantah hal tersebut dengan menyatakan si tentara bertindak profesional dengan sikap menahan diri.

Dakwaan terhadap Ahed, seperti dilaporkan kantor berita Reuters, termasuk penyerangan terhadap tentara hingga menderita memar di alisnya. Ahed juga dianggap mengganggu tentara yang sedang melaksanakan tugas dan melempari si tentara dengan batu.

Menurut kantor berita AFP, ada 12 dakwaan terhadap Ahed. Lima dakwaan juga diajukan terhadap ibunya, Nariman serta sepupunya, Nour, 20 tahun.



Tuduhan terhadap Nariman, ibu Ahed, termasuk menggunakan Facebook untuk memicu lainnya melakukan serangan teroris, dan berpartisipasi dalam insiden di video.

Ahed dan ibunya masih ditahan setidaknya hingga 8 Januari,sidang mendatang. Adapun Nour dibebaskan dengan jaminan 5.000 shekel (Rp19,4 juta).

Pengacara Tamimi, Gaby Lasky mengaku yakin beberapa dakwaan bakal dicabut. Meski jaksa akan berupaya menjatuhkan hukuman maksimal buat dakwaan lain. "Saya yakin mereka ingin menahan dia (Abed) selama mungkin, karena mereka tidak menginginkan perlawanan di luar penjara," kata Lasky seperti dilaporkan Reuters di pengadilan militer, Penjara Ofer dekat Ramallah, Palestina.

Pada tahap sidang kali ini, Ahed tidak dimintai pembelaan. Pengadilan militer memberi waktu bagi pengacara untuk mempelajari tuduhan.



Seorang pelaku penyerangan tentara Israel yang telah dewasa bisa terancam hukuman penjara 10 tahun. Namun, Ahed masih anak-anak.

Insiden pemukulan tentara yang dituduhkan terhadap Ahed terjadi di dekat keluarga Tamimi di Desa Nabi Saleh, Tepi Barat. Dimana aksi protes melawan kebijakan pemukiman ilegal Israel telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ayah Ahed, Bassem adalah aktivis terkemuka Palestina.

Ahed kini terkenal sebagai remaja Palestina penampar tentara Israel. Namun aksi melawan pendudukan Israel telah berlangsung lama. Dua tahun lalu, dia menggigit tentara Israel yang berusaha menangkap adiknya. Pada 2012, dia mendapat penghargaan dari Turki dan ditemui Presiden Recep Tayyip Erdogan pasca foto perlawanannya itu beredar viral.



(nat)