Israel telah lama berselisih dengan Iran yang mendukung gerilyawan di Jalur Gaza dan Libanon. Program nuklir negara tersebut juga diyakini berkali-kali diincar untuk disabotase oleh negara Yahudi itu.
Badan Keamanan Israel Shin Bet mengatakan tiga warga Palestina dari wilayah pendudukan di Tepi Barat didakwa pasal spionase dan terorisme setelah mengaku menerima sejumlah misi dari pihak Iran, termasuk menyiapkan serangan bom bunuh diri dan menyediakan kartu SIM Israel untuk para pelaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Afrika Selatan, negara yang mempunyai sentimen dukungan kuat pada Palestina, telah merenggangkan hubungan dengan Israel. Namun, pernyataan Shin Bet kali ini menunjukkan bahwa negara tersebut juga secara efektif menjadi pusat mata-mata Iran.
Kementerian dalam dan luar negeri Afrika Selatan, Kedutaan Besar Iran di Pretoria, sama-sama belum menanggapi tudingan yang dilontarkan Israel.
Israel menyebut Iran mendukung Hamas. (REUTERS/Suhaib Salem) |
"Ketiga laki-laki muda menampik tudingan itu," kata Abu Ahmed kepada Reuters. Kedua di antara para tersangka berhubungan dengan seorang saudara di Afsel "soal masalah bisnis dan perdagangan" dan pertemuan terakhir mereka dilakukan pada 2016 lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada wartawan bahwa kasus itu menunjukkan "Iran beroperasi secara subversif dan seperti teroris ... tidak hanya dalam membantu kelompok teror seperti Hamas dan Hizbulah dan al-Jihad al-Islami, tapi juga dalam upaya mengorganisir aktivitas teror di Israel."
Seorang veteran Shin Bet yang diwawancarai Israel Radio soal kasus ini menyiratkan bahwa hubungan di Afrika Selatan itu mungkin tidak pernah terjadi sebelumnya.
"Tampaknya Iran menemukan lahan subur di Afrika Selatan," kata Adi Carmi. "Saya tidak ingat Afrika Selatan pernah digunakan Iran sebagai tempat merekrut teroris untuk melaksanakan serangan."
(aal)
Israel menyebut Iran mendukung Hamas. (REUTERS/Suhaib Salem)