Anggota Parlemen Klaim 3.700 Orang Ditahan Selama Protes Iran

Riva Dessthania Suastha , CNN Indonesia | Rabu, 10/01/2018 09:45 WIB
Anggota Parlemen Klaim 3.700 Orang Ditahan Selama Protes Iran Iran dihadapkan protes besar-besaran sejak Desember lalu ribuan orang di sejumlah kota seperti Teheran, Kermansyah, hingga Kashmar turun ke jalan menuntut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei lengser. (AFP Photo/STR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anggota parlemen Iran, Mahmoud Sadeghi, mengklaim sedikitnya 3.700 orang ditangkap selama protes anti-pemerintah berlangsung sejak 28 Desember lalu.

Sadeghi mengatakan, dari ribuan orang yang ditahan selama enam hari demonstrasi itu, sekitar 40-68 itu merupakan pelajar, meski menurutnya sulit untuk menghitung secara pasti jumlah pedemo yang ditangkap.

“Karena faktanya, sejumlah organisasi keamanan terlibat dalam penangkapan-penangkapan ini, akan membutuhan waktu untuk menghitung jumlah akurat orang yang ditahan,” kata Sadeghi seperti dikutip kantor berita parlemen, Rabu (10/1).
Jumlah tersebut jauh berbeda dengan laporan pemerintah beberapa waktu lalu yang menyebut bahwa hanya ada 450 orang diciduk aparat selama demo.

Iran dihadapkan protes besar-besaran sejak Desember lalu ribuan orang di sejumlah kota seperti Teheran, Kermansyah, hingga Kashmar turun ke jalan menuntut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei lengser.

Mereka memprotes kenaikan harga dan dugaan korupsi yang meluas di Iran. Sebagian pedemo juga mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap keterlibatan Iran dalam konflik Timur Tengah seperti di Suriah dan Irak.

Demo tersebut telah menewaskan puluhan orang termasuk polisi dan disebut-sebut sebagai protes anti-pemerintah terbesar melebihi Revolusi Hijau 2009 lalu.
Sejumlah pihak mengungkapkan kekhawatiran terkait potensi kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di Iran akibat aksi protes ini.

Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump mendukung demonstrasi tersebut guna mengubah sistem pemerintahan yang dinilainya sangat represif dan korup.

Sementara Inggris melalui Menteri Luar Negeri Boris Johnson menekankan Iran harus bisa menghindari kekerasan dan menjamin hak pedemo untuk berunjuk rasa secara damai.

Sementara itu, Khamenei menyebut demo tersebut ditunggangi musuh-musuh Iran yang ingin membuat kerusuhan di negaranya.

[Gambas:Video CNN]

Dia mengatakan Iran telah berjuang selama 40 tahun menghadapi ancaman “revolusi” dan tidak akan gentar dengan situasi ini.

“Revolusi secara politis menumbangkan musuh dan sekarang musuh tetap melanjutkan serangan-serangannya meski selalu gagal dan tidak dapat menggapai tujuan mereka,” ucap Khamenei dalam pidatonya memperingati demonstrasi melawan Shah Iran 1978 lalu, kemarin.

“Ini karena dukungan warga kami yang terus berlanjut. Pendirian warga Iran yang kuat akan memperlihatkan kepada Amerika Serikat dan Inggris dan mereka yang tinggal di London bahwa kalian gagal kali ini dan akan seterusnya gagal lagi,” katanya, sebagaimana dilansir CNN. (has)