Menurut kabar yang dilansir Jerusalem Post, Selasa (9/1), Shurat Hadin mendasari seruannya untuk melarang masuk Rockefeller Brothers Fund (RBF), karena yayasan itu kerap menyerukan boikot terhadap negara Yahudi tersebut.
RBF adalah yayasan filantropi swasta yang didirikan oleh keluarga Rockefeller pada 1940. Menurut situsnya, yayasan itu bertujuan untuk membuat perubahan sosial yang berkontribusi pada dunia yang lebih damai, adil dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juga Asosiasi Solidaritas Palestina Prancis, Yayasan Inggris War on Want serta American Friends Service Committee, organisasi Quaker pemenang Nobel Perdamaian asal Amerika Serikat.
Menurut Shurat Hadin, mereka telah mendekati Presiden RBF Stephen Heintz pada Maret 2016. Heintz diberitahu bahwa yayasannya telah telah membantu aktivitas BDS. Namun tidak ada respons.
Dalam surat kepada Menteri Urusan Strategis Israel, Gilad Erdan, Shurat Hadin menyatakan donasi RBF kepada organisasi-organisasi pro-BDF mencapai US$600 ribu, termasuk US$140 ribu kepada Jewish Voice for Peace, yang dilarang Israel.
[Gambas:Video CNN]
Nama-nama 20 LSM yang dilarang masuk Israel dipublikasikan sembilan bulan setelah negara Yahudi itu meloloskan undang-undang yang melarang warga asing pendukung boikot BDS.
Para aktivis kebebasan berpendapat mengecam undang-undang larangan masuk ke Israel bagi pendukung boikot BDS itu. Mereka menyebut bahwa Israel telah mengontrol siapa saja yang boleh masuk ke wilayah Palestina, dengan pengecualian satu pos perlintasan perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza.
(nat)