Kondisi di kawasan yang terkepung, wilayah terakhir yang dikuasai pemberontak dekat Damaskus, sangat memprihatinkan. Sedikitnya 390 ribu warga sipil terkepung perang selama empat tahun terakhir, sebuah bencana kemanusiaan, kata Kepala HAM PBB Zeid Ra'ad al-Hussein.
"Wilayah perumahan dihantam siang dan malam dari udara dan darat, hingga warga sipil bersembunyi di bawah tanah," kata Zeid dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Rabu (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Menurut Zeid, di antara warga sipil yang menjadi korban, terdapat 21 wanita dan 30 anak-anak.
Pasukan pemerintah Suriah meningkatkan operasi militer di Ghouta Timur dalam beberapa bulan terakhir. Rusia membantah tuduhan bahwa pesawat jetnya membidik warga sipil.
Zeid menyatakan kegagalan untuk mengevakuasi kasus-kasus medis dari wilayah itu juga merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional.
Kelompok pemberontak yang bersembunyi di Ghouta Timur menembakkan roket ke wilayah pemukiman di Damaskus, yang menyebabkan warga ketakutan.
Sebuah roket menghantam wilayah dekat sebuah toko roti di Kota Tua Damaskkus 4 Januari lalu. Seorang wanita tewas dan 13 warga sipil luka-luka, kata Zeid.
[Gambas:Video CNN]
(nat)