Jurnalis AFP berhasil mengakses aplikasi Telegram dan pemerintah secara resmi juga telah mengumumkan pencabutan blokir terhadap Telegram.
"Informasi mengenai berakhirnya penutupan Telegram itu benar," kata juru bicara Kementerian Telekomunikasi Iran kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah sempat memblokir penggunaan aplikasi tersebut saat krisis politik yang ditandai aksi demo besar-besaran terhadap pemerintah terjadi di Iran selama lima hari.
Kantor berita ISNA menulis pemblokiran Telegram telah dicabut sepenuhnya berdasarkan perintah Presiden Hassan Rouhani.
Lihat juga:Ahmadinejad Ditahan atas Dugaan Penghasutan |
Itu dilakukan setelah pemerintah Iran menuduh kalangan kontra revolusi dan kelompok asing memicu kerusuhan melalui propaganda di sosial media.
Rouhani mengatakan saat krisis politik terjadi, penutupan itu dibutuhkan namun tidak dilakukan permanen.
"Mereka (kelompok konservatif) ingin memanfaatkan situasi untuk menutup sosial media untuk selamanya. Mereka mungkin bisa tertidur pulas, tapi tidak bagi masyarakat. Sekitar 100 ribu orang kehilangan pekerjaannya," kata Rouhani pada 9 Januari, merujuk keluhan dari para pebisnis yang merugi akibat penutupan media sosial. (wis)