Pengacara Desak Israel Bebaskan Remaja Palestina Ahed Tamimi

Natalia Santi, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 16:31 WIB
Pengacara Desak Israel Bebaskan Remaja Palestina Ahed Tamimi Pengadilan militer Israel memperpanjang masa penahanan remaja Palestina penampar tentara, Ahed Tamimi. (AFP PHOTO / Ahmad GHARABLI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan militer Israel memperpanjang masa penahanan remaja Palestina penampar tentara, Ahed Tamimi.  Dia diperintahkan tetap ditahan hingga Rabu (17/1). Hingga pengadilan memutuskan apakah dia diperbolehkan bebas dengan jaminan.

Ahed Tamimi ditangkap pada 19 Desember 2017 pagi, setelah video yang mendorong dan menampar tentara Israel dekat rumahnya di Nabi Saleh, dekat Ramallah, Tepi Barat beredar viral, 15 Desember sebelumnya.

Jaksa militer Israel berusaha agar Tamimi tetap ditahan hingga masa pengadilannya selesai.

Pengacara Tamimi, Gaby Lasky menyatakan perpanjangan masa penahanan Tamimi melanggar hukum internasional karena dia masih anak-anak.

Remaja itu dielu-elukan sebagai pahlawan oleh warga Palestina karena berani melawan penjajahan tentara Israel di Tepi Barat.

Sebaliknya, Israel menuduh keluarga Tamimi, aktivis Palestina, menggunakan Ahed untuk memprovokasi.

Tamimi dikenai 12 dakwaan termasuk penyerangan. Dia terancam masa penahanan yang panjang jika terbukti bersalah.

Tuduhan terhadap Tamimi terkait video yang beredar viral, serta lima insiden lain. Termasuk pelemparan batu, penghasutan dan ancaman.

Ibunda Tamimi, Nariman juga ditahan terkait insiden tersebut. Demikian pula sepupunya, Nour Tamimi, 20 tahun.

Nour Tamimi dibebaskan dengan jaminan pada 5 Januari lalu. Nariman Tamimi masih ditahan.

Militer Israel menyatakan tentara yang berada di wilayah itu berusaha mencegah warga Palestina melempari kendaraan bermotor Israel.

Video yang beredar viral memperlihatkan Ahed dan Nour mendekati dua tentara Israel. Mereka berteriak mengusir kedua tentara. Lalu mendorong, menendang dan menampar kedua tentara Israel itu.



"Ahed Tamimi adalah yang paling agresif dari mereka berdua di video," tulis kantor berita AFP, Selasa (16/1).

Tentara Israel yang bersenjata lengkap tidak merespons keduanya. Mereka baru mundur setelah Nariman Tamimi muncul.

Pertengkaran itu terjadi di tengah bentrokan dan protes melawan pengakuan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer Yudea, Lasky menyatakan bahwa remaja Palestina itu hanya memprotes deklarasi Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Seperti yang dilaporkan Jerusalem Post, Lasky menyatakan bahwa Tamimi membawa pesan bahwa "Trump perlu bertanggung jawab atas keputusan negatif yang menyebabkan maraknya protes Palestina."

Lasky juga mengecam Israel dan sidang militer terhadap Tamimi sebagai bagian dari 'pendudukan '. Dia menyatakan sidang militer menginjak-injak 'prinsip hukum internasional yang berakar dari Konvensi Hak-hak Anak dan tidak memikirkan kepentingan terbaik anak."



Adapun Jaksa bersikukuh bahwa Ahed Tamimi berbahaya jika dilepaskan. Hakim, yang juga mayor dari tentara Israel, menyatakan akan mengambil keputusan pada Rabu (17/1).

Kelompok aktivis hak-hak asasi manusia Amnesty Internasional juga mendesak Israel untuk segera membebaskan Tamimi.

"Perpanjangan penahanan Ahed Tamimi dan sidang peradilan memperlihatkan perlakuan diskriminatif otoritas Israel terhadap anak-anak Palestina, yang berani melawan represi dan brutalitas penjajah yang masih terus terjadi," kata Amnesty Internasional seperti dilansir AFP.

Sejak ditangkap, Ahed Tamimi menjadi ikon perlawanan Palestina. Tak hanya video dia menampar tentara Israel yang beredar, tapi foto-foto lama perlawanan Tamimi pun kembali dipublikasikan. (nat)