“Tujuh orang tewas dan 13 lainnya terluka dalam kekerasan semalam di Mrauk U. Lebih dari 20 polisi terluka akibat tembakan selampang dan batu-batu yang dilemparkan massa,” ujar juru bicara kepolisian, Myo Soe, kepada AFP, Rabu (17/1).
Insiden ini terjadi ketika 5.000 warga Buddha berkumpul untuk mengikuti satu upacara nasional di Mrauk U, sebuah kota yang terletak tak jauh dari lokasi di mana militer dilaporkan melakukan aksi kekerasan terhadap etnis minoritas Rohingya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pasukan keamanan telah meminta mereka membubarkan diri dan melepaskan tembakan peringatan dengan peluru karet. Namun, nmereka tidak berhenti, jadi polisi harus menggunakan peluru yang sebenarnya,” ucap Myo Soe.
Rakhine memang dikenal sebagai salah satu wilayah yang kurang berkembang dan terpinggirkan di Myanmar. Daerah itu memiliki riwayat perpecahan dan kebencian komunal yang tinggi.
Namun, bentrokan tersebut terjadi di hari yang sama ketika Myanmar dan Bangladesh sepakat memulai proses repatriasi sekitar 650 ribu pengungsi Rohingya dari kamp-kamp pengungsian di perbatasan Bangladesh.
Kesepakatan kerja sama repatriasi pengungsi itu disetujui kedua negara November lalu sebagai salah satu upaya penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine yang telah menewaskan 1.000 orang, terutama etnis Rohingya. (has)