Polisi Hadang Ratusan Massa Aksi Unjuk Rasa di Bangkok

REUTERS, CNN Indonesia | Sabtu, 20/01/2018 11:37 WIB
Polisi Hadang Ratusan Massa Aksi Unjuk Rasa di Bangkok Warga Thailand yang hadir dalam pemakaman Raja Bhumibol Adulyadej. (REUTERS/Kerek Wongsa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan polisi di Thailand pada Sabtu (20/1) menghadang ratusan demonstran yang hendak berangkat dari Bangkok ke Khon Kaen untuk melakukan aksi unjuk rasa sambil berjalan kaki.

Thailand telah dikuasai oleh militer sejak tahun 2014. Semenjak saat itu, aksi unjuk rasa jarang terjadi dikarenakan aturan ketat yang diterapkan junta terhadap penduduknya. Kondisi tersebut telah menjadi perhatian PBB.

“Kami ingin mengatakan kepada junta kalau mereka telah merampas masa depan Thailand. Terutama pejabat di bidang pertanian!” teriak salah satu demonstran.


“Mari bergandengan tangan! Kita semua teman!” teriaknya lagi kepada ratusan demonstran yang lain di Universitas Thammasat, Rangsit.

Aksi unjuk rasa yang juga disiarkan melalui Facebook Live itu telah dibagikan kembali sebanyak 900 kali dan disaksikan oleh 32 ribu pengguna.

Selain aksi unjuk rasa, menyiarkan protes untuk junta atau Kerajaan Thailand di media sosial juga disebut tindak kriminal. Pelakunya bisa mendapat hukuman penjara.

Anggota aksi unjuk rasa berupa perwakilan dari kelompok hak asasi manusia, petani, petugas kesehatan, dan pecinta lingkungan.

Ratusan polisi masih terlihat berjaga di pintu universitas, menghadang ratusan demonstran keluar komplek untuk melakukan aksinya.

“Ini merupakan aksi yang bersahabat. Selama empat tahun terakhir kami berada di bawah pemerintah yang tak memperbolehkan kami beropini. Kami ingin junta mendengark opini kami,” kata Sangsiri Teemanka, perwakilan dari kelompok People’s Network for Welfare.

Ia lanjut mengatakan kalau ratusan demonstran akan bertahan di Universitas Thammasat sampai mereka diperbolehkan melakukan aksinya.

(ard)