Panel tersebut bakal memutuskan pengungkapan memo Demokrat yang disebut menunjukkan kecacatan pada pernyatan Republik itu Senin (5/2). Memo dari partai pengusung Trump dirilis oleh komisi yang sama pada Jumat lalu.
Komisi Intelijen akan menggelar rapat pada 17.00 waktu setempat atau 5.00 WIB dan melakukan mekanisme pemungutan suara untuk memutuskan apakah akan mempublikasikan dokumen Demokrat, kata sumber yang dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa khusus Robert Mueller juga menyidik dugaan Trump menghalang-halangi penegakan hukum terkait kasus tersebut.
Mereka menyebut dokumen tersebut ditulis sedemikian rupa untuk menghambat penyidikan kasus Rusia. Kasus itu diambil alih oleh Mueller pada Mei lalu setelah Trump memecat Direktur FBI James Comey.
Legislator penting dari kedua partai menyatakan memo Partai Republik tidak akan memengaruhi penyidikan kasus Rusia dan menampik pernyataan Trump yang mengaku dirinya terbukti tidak bersalah karena ada dokumen tersebut.
"Tidak, tentu saja tidak," kata Senator Dick Durbin, pejabat Demokrat di Komisi Peradilan, kepada CNN, merujuk pada pernyataan Trump.
Durbin mengamini pernyataan anggota Kongres lain dari Partai Republik yang ikut serta menulis dokumen tersebut.Dona
"Bagi saya tidak, tidak berpengaruh, dan saya cukup terlibat secara integral dalam menyusun memo tersebut," kata Gowdy kepada CBS, dikutip Reuters.
"Ada penyidikan kasus Rusia tanpa dokumen-dokumen," ujarnya. "Hal itu tidak berkaitan dengan perintangan penegakan hukum."
Dokumen tersebut berpusat pada bukti, termasuk dokumen-dokumen lain yang sebagian didukung oleh Demokrat. Memo itu disajikan FBI dan Kementerian Kehakiman kepada hakim-hakim untuk memperluas pengawasan terhadap anggota tim kampanye Trump, Carter Page.
(aal)