Partai Penguasa Afsel Resmi Tuntut Presiden Zuma Mundur

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Selasa, 13/02/2018 20:04 WIB
Partai Penguasa Afsel Resmi Tuntut Presiden Zuma Mundur Presiden Jacob Zuma resmi dituntut mundur oleh partai penguasa Afrika Selatan. (REUTERS/Rogan Ward)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai penguasa Afrika Selatan, Kongres Nasional Afrika (ANC), mengumumkan "penarikan" pemimpin negara tersebut, Jacob Zuma, mengikuti tuntutan pengunduran diri dari publik.

Menarik Zuma merupakan pernyataan keras bahwa ANC tak lagi mendukung sang Presiden. Pernyataan itu juga meningkatkan tekanan baginya untuk mengundurkan diri.

Walau demikian, dia tidak langsung lengser dengan adanya pernyatan itu. Zuma mesti menyatakan mengundurkan diri sendiri atau menghadapi mosi tidak percaya di Parlemen.

Komisi eksekutif ANC memutuskan menarik Zuma setelah lebih dari delapan tahun berkuasa. Keputusan itu diambil dalam rapat maraton yang molor hingga Selasa (13/2) dini hari waktu setempat.

Zuma telah menyatakan sepakat mengundurkan diri jika diberikan masa transisi enam bulan, kata Sekretaris Jenderal ANC Magashule dalam konferensi pers di Johannesburg.
Namun, ANC menolak pengajuan itu dan posisi sang Presiden kini tak jelas.

"Afrika Selatan tengah melalui masa ketidakpastian dan kegundahan sebagai akibat dari persoalan transisi yang tak terselesaikan," kata Magashule dikutip CNN. Dia mengatakan keputusan itu diambil dengan susah payah "setelah diskusi yang melelahkan."

Magashule tidak memberikan tenggat atau periode transisi bagi Zuma untuk mengundurkan diri. Masa jabatan Presiden akan berakhir tahun depan.

Pernyataan penarikan ini memojokkan Zuma karena ANC menguasai Parlemen. Tanpa dukungan besar dari partai, dia akan kehilangan suara kepercayaan.
Mosi tidak percaya dijadwalkan digelar pada 22 Februari, tapi para politikus oposisi juga mendesak agar pemungutan suara diadakan pekan ini.

Pengumuman ANC menyusul rapat akhir pekan anatara Zuma dan Wakil Presiden Cyril Ramaphosa, yang menjabat sebagai pemimpin ANC pada Desember lalu.
Warga Afsel menuntut Jacob Zuma mengundurkan diri dari jabatan presiden.Warga Afsel menuntut Jacob Zuma mengundurkan diri dari jabatan presiden. (AFP PHOTO/ Mujahid Safoedin)
Ramaphosa mengatakan bahwa ketidakpastian soal masa depan Zuma telah merugikan ANC, partai yang membawa Afrika Selatan keluar dari era aparheid.

Zuma, 75, bertahan pada jabatannya meski dijerat banyak skandal korupsi. Dia juga selamat dari upaya pelengseran yang dilakukan partai oposisi.
Kemampuannya bertahan membuatnya dijuluki "Presiden Teflon."

Zuma menghadapi 780 dugaan korupsi terkait kesepakatan jual beli senjata di era 1990-an. Zuma menampik semua tudingan tersebut.

(aal)