Pengeboman di Suriah Makan Korban Terbanyak Sejak 2013

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 21/02/2018 17:35 WIB
Pengeboman di Suriah Makan Korban Terbanyak Sejak 2013 Ilustrasi serangan di Ghouta. (Reuters/Diaa Al-Din)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan pro-pemerintah Suriah membombardir distrik kekuasaan pemberontak di Ghouta Timur, pinggiran Damaskus, Selasa (20/2). Kelompok pengamat menyebut operasi pengeboman telah memakan 250 korban sejak Minggu malam.

Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris menyebut ini merupakan peristiwa 48 jam dengan jumlah korban paling tinggi sejak serangan kimia di kawasan benteng pemberontak ini terjadi pada 2013 lalu.

Gelombang serangan udara, tembakan roket dan artileri memicu kecaman internasional. Perancis, anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyebut pengeboman itu sebagai pelanggaran serius hukum kemanusiaan internasional.


Belum ada komentar dari militer Suriah. Damaskus menyebut pihaknya hanya mengincar sasaran kelompok bersenjata.

Diberitakan Reuters, Observatory menyatakan pengeboman itu menewaskan 106 orang dewasa dan anak-anak di timur Ghouta hanya dalam satu hari, Selasa.
Panos Moumtzis, koordinator kemanusiaan PBB untuk Suriah, mengecam pengeboman lima rumah sakit di timur Ghouta dan menyatakan serangan disengaja terhadap fasilitas medis "bisa jadi kejahatan perang."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Heather Nauert menyatakan Washington "sangat prihatin" atas peningkatan kekerasan di Ghouta. "Taktik pengepungan dan kelaparan paksa rezim Assad ... menambah bencana kemanusiaan di sana," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Nauert mengatakan Amerika Serikat mendukung seruan PBB untuk melakukan gencatan senjata selama sebulan untuk memungkinkan pengiriman bantuan dan evakuasi darurat warga sipil. Dia mendorong Rusia untuk berhenti mendukung pemerintah Assad.

Di Brussels, pemimpin oposisi Suriah Nasr al-Hariri, kepala delegasi di pembicaraan damai PBB yang mandek, memohon masyarakat internasional untuk memberikan tekanan lebih keras.
Di Jenewa, badan anak PBB menyatakan kemarahan atas jatuhnya korban anak-anak dari pengeboman itu, menyatakan pihaknya hingga kehabisan kata-kata untuk mengecam.

Korban tewas sejak kekerasan meningkat pada Minggu termasuk 58 anak-anak. Sebanyak 1.200 orang lainnya terluka akibat hujan bom Suriah, kata Observatory.

(aal)