Pasukan Pro-pemerintah Suriah Perang Lawan Turki

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 21/02/2018 13:08 WIB
Pasukan Pro-pemerintah Suriah Perang Lawan Turki Ilustrasi pasukan YPG Kurdi. Kelompok bersenjata ini akan dibantu oleh para pendukung pemerintah Assad. (REUTERS/Rodi Said)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan pro-pemerintah Suriah memasuki wilayah Afrin pada Selasa (20/2) untuk membantu kelompok bersenjata Kurdi melawan serangan Turki, meningkatkan risiko eskalasi konflik lebih jauh.

Segera setelah konvoy kelompok bersenjata tiba sembari mengibarkan bendera Suriah dan mengacungkan senjata, media pemerintah melaporkan bahwa Turki mengincar mereka dengan tembakan artileri.

Konfrontasi ini menghadapkan angkatan bersenjata Turki dan para sekutu pemberontaknya langsung melawan aliansi militer yang mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, memperumit medan tempur barat laut Suriah yang sudah kacau-balau.


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut konvoy itu berisi teroris yang bertindak secara independen. Dia mengatakan tembakan artileri Turki memaksa mereka putar balik, meski hal itu dibantah oleh kelompok Kurdi.
Seorang komandan di aliansi pro-Assad mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan itu sempat putar balik setelah dihujani tembakan. Namun, mereka kemudian melanjutkan perjalanan dan kini sudah berada di Afrin.

Televisi Suriah menunjukkan kelompok tentara melintasi titik pengecekan yang dilengkapi tanda pasukan keamanan Kurdi. Sebagian di antara mereka bersorak "satu Suriah, satu Suriah" dan bergerak lebih jauh ke daerah Afrin.

Serangan Ankara yang telah berlangsung selama satu bulan ini bertujuan untuk mengusir kelompok bersenjata YPG Kurdi dari Afrin. Mereka dipandang sebagai ancaman keamanan besar oleh pemerintahan Erdogan.
YPG memuji kedatangan pasukan pro-pemerintah tersebut. Mereka terdiri dari kelompok-kelompok bersenjata sekutu Assad tapi tidak termasuk angkatan bersenjata Suriah.

Kelompok Kurdi tidak menyebut soal kesepakatan yang dikabarkan telah tercapai dengan pemerintahan Assad. Sebelumnya diberitakan bahwa pihak pemerintah sepakat mengirim tentaranya ke Afrin.

(aal)