Boko Haram Diduga Culik 90 Siswa Perempuan Nigeria

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 22/02/2018 13:25 WIB
Boko Haram Diduga Culik 90 Siswa Perempuan Nigeria Pada April 2014, Boko Haram menculik 270 siswa dari sekolah di Chibok. Setelah serentetan negosiasi, sebagian gadis itu sudah dibebaskan, menyisakan 100 orang dalam sekapan. (Social Media via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok militan Boko Haram diduga kembali menculik 90 siswa perempuan di Nigeria setelah menyerang Desa Dapchi, Yobe, kasus terbesar setelah tragedi Chibok jika terkonfirmasi.

Dugaan ini mulai muncul setelah sejumlah guru di Yobe mendata siswa yang hadir ke sekolah pada Selasa (20/2). Setelah daftar hadir dikumpulkan kembali, 91 anak terdata tidak masuk sekolah.

Kepolisian dan perwakilan kementerian pendidikan setempat menampik dugaan ini. Namun, tujuh orang tua mengaku kepada Reuters bahwa anak mereka belum kembali dari sekolah sejak saat itu.


"Saya harap putri saya tidak menjadi salah satu yang diculik setelah kita mengetahui ada 90 anak menghilang setelah didata," ujar salah satu orang tua.
Meski aparat memerintahkan agar tak mengungkap laporan kehilangan ini kepada media, sejumlah warga mengaku kepada Reuters bahwa mereka sempat melihat gadis dibawa menggunakan mobil.

"Saya melihat sejumlah gadis menangis di atas kendaraan Tata yang sedang melaju dan mereka menangis meminta tolong," ujar seorang saksi mata di Desa Gumsa.

Siswa Chibok eks-sandera Boko Haram bersama bayinya.Foto: Nigeria Military/Handout via REUTERS
Siswa Chibok eks-sandera Boko Haram bersama bayinya.


Menurut sejumlah saksi lainnya, Boko Haram datang ke Dapchi pada Senin siang menggunakan truk, menyamar sebagai pasukan militer yang membawa senjata.

Mereka langsung melesat menuju sekolah, melepaskan tembakan secara membabi buta, membuat para siswa dan guru berlarian ke dalam semak, hanya sebagian yang kembali ke rumah.
Dua sumber mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan keamanan Nigeria langsung melakukan operasi pencarian semalam suntuk.

Namun, Komisioner Kepolisian Yobe, Sumonu Abdulmaliki, menegaskan bahwa Boko Haram tidak menculik satu pun gadis di Dapchi.

"Mereka hanya menembak dan langsung pergi ke Gaidam pada malam hari, di mana mereka sudah menculik tiga orang," ucap Abdulmaliki.
Kementerian Pendidikan juga mengatakan tidak ada kasus penculikan, tapi mereka menutup sekolah di Dapchi agar siswa dapat berkumpul sejenak dengan keluarganya.

Hingga saat ini, belum ada pejabat yang mengonfirmasi dugaan ini. Jika terkonfirmasi, ini merupakan penculikan terbesar kedua yang dilakukan Boko Haram.

Pada April 2014, Boko Haram menculik 270 siswa dari sekolah di Chibok. Setelah serentetan negosiasi, sebagian gadis itu sudah dibebaskan, menyisakan 100 orang dalam sekapan.

[Gambas:Video CNN] (has/has)