Di Selandia Baru, Dubes RI Ditanya Soal Papua, Radikalisme

Natalia Santi, CNN Indonesia | Selasa, 27/02/2018 01:46 WIB
Di Selandia Baru, Dubes RI Ditanya Soal Papua, Radikalisme Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya dalam acara Asia Forum, Wellington, Senin (26/2).Dok. KBRI Selandia Baru
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, tampil dalam acara Asia Forum di Wellington, Senin (26/2). Dalam acara tersebut Tantowi memaparkan hubungan bilateral Indonesia dan Selandia Baru dan menerima sejumlah pertanyaan, terutama isu Papua, radikalisme dan toleransi beragama.

Di hadapan 50 anggota Asia Forum, Tantowi  mengatakan hubungan harmonis kedua negara selalu meningkat dari waktu ke waktu. Dia berharap hubungan baik yang telah berlangsung selama 60 tahun tersebut akan berlanjut 60 tahun berikutnya,  menjadi tahun-tahun emas hubungan bilateral kedua negara.

Meski begitu, jumlah turis Selandia Baru ke Indonesia maupun sebaliknya masih perlu ditingkatkan. Menurut Tantowi, hal ini lantaran kurang promosi dan konektivitas. Namun Dubes RI optimistis jumlah ini akan meningkat seiring dengan penerbangan langsung musiman Auckland-Denpasar oleh Air New Zealand pada  Mei-Oktober. Juga maskapai penerbangan Emirates yang akan menerbangi Auckland-Denpasar mulai Juni tahun depan.



"Mudah-mudahan target 200.000 turis dari Selandia Baru akan tercapai sebelum 2020," kata Tantowi yang juga Dubes RI untuk Samoa dan Kerajaan Tonga.

Jumlah turis Selandia Baru ke Indonesia naik dari 75.000 ke 100.000 orang pada  2017 lalu. Sementara turis Indonesia juga mengalami peningkatan dari 23.000 ke 28.000 orang tahun lalu.

Adapun ekspor Indonesia  ke Selandia Baru terus meningkat meski tetap defisit dalam neraca. Total nilai perdagangan kedua negara di tahun 2017 mencapai NZ$ 1.622.130 dengan ekspor Indonesia senilai NZ$ 752.696.


Seusai paparan, Tantowi menjawab pertanyaan dari peserta yang menanyakan kebenaran beberapa berita dari media massa Selandia Baru tentang toleransi umat beragama, radikalisme dan isu Papua. 

Menurut rilis yang diterima CNNIndonesia.com,  Tantowi menjelaskan tiga isu sensitif tersebut secara runut, komprehensif dan disertai dengan data dan fakta pendukung yang aktual.

Rilis tersebut menyatakan para penanya puas dengan penjelasan tentang ketiga hal tersebut.  Para peserta menyarankan agar kegiatan serupa bisa diadakan juga untuk jurnalis Selandia Baru. Mereka menyoroti masih adanya pemberitaan yang kurang akurat tentang Indonesia di beberapa media massa Selandia Baru.

Asia Forum adalah lembaga non profit ternama di Selandia Baru yang berfokus pada peningkatan pemahaman tentang isu politik di Asia dan dampaknya pada perdagangan dan investasi. Sejak 1999, Asia Forum telah mengundang kepala perwakilan, pengusaha ternama, akademisi untuk berdiskusi tentang kiprah Selandia Baru di Asia.

Pada kesempatan kali ini, Dubes Tantowi menjadi pembicara tunggal dengan tema: 60 tahun hubungan Indonesia dan Selandia Baru: apa yang unik dari hubungan ini dan apa masa depan untuk hubungan kedua negara.  Acara ini dihadiri oleh diplomat, beberapa diantaranya adalah mantan dubes Selandia Baru untuk Indonesia, akademisi, tokoh masyarakat dan media.

[Gambas:Video CNN]

(nat)