RI Beli Kapal Selam, Korsel Siap Perkuat Kerja Sama

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 02/08/2017 20:56 WIB
RI Beli Kapal Selam, Korsel Siap Perkuat Kerja Sama Menhan Korsel bertemu dengan Menhan RI membahas penguatan kerja sama bidang industri pertahanan, salah satunya pembelian kapal selam Korsel oleh Indonesia. (Dok. Kementerian Pertahanan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan mengungkapkan keinginannya untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia, khususnya industri pertahanan sebagai upaya meningkatkan perdagangan senjata antara kedua negara.

Menteri Pertahanan Korsel Song Young-moo menuturkan niat tersebut saat bertemu dengan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu di Seoul, Selasa (1/8).

Ryamizard berada di Negeri Ginseng untuk menghadiri prosesi pengiriman tiga kapal selam buatan perusahaan Korsel, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., yang dibeli Indonesia.


"Kedua menteri berdiskusi mengenai rencana perluasan sistem senjata luar biasa Korsel, termasuk tambahan tiga ekspor kapal selam yang dibutuhkan Indonesia," bunyi pernyataan Kemhan Korsel seperti dikutip kantor berita Korsel, Yonhap, Rabu (2/8).

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga membicarakan kerja sama pembangunan kapal yang selama ini dilakukan kedua negara.

"Mudah-mudahan kerja sama kedua negara dalam pembangunan kapal selam ini berjalan dengan baik. Ke depan, kedua negara juga ingin membuat pesawat tempur, yang saat ini dalam proses dan diharapkan berjalan lancar,” ucap Ryamizard melalui pernyataan dalam situs Kemhan RI.

Ryamizard mengatakan, kerja sama ini bisa menjadi langkah awal bagi Indonesia agar di masa depan bisa membuat kapal selam sendiri.

"Karena Indonesia adalah negara kepulauan yang perlu banyak dijaga oleh kapal-kapal selam," tuturnya.

Selain itu, Indonesia juga telah menandatangani kesepakatan terpisah untuk membeli jet latih tempur T-50 supersonic buatan Seoul.

Pembelian ini merupakan bagian dari kontrak kesepakatan berbagi biaya (cost share agreement) proyek pembuatan prototipe jet tempur KF-X/IF-X antar kedua negara.

Kemhan Korsel mengatakan, kedua pihak juga berupaya meningkatkan pengembangan industri pertahanan sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi negara.

Song, yang merupakan eks jenderal angkatan laut, meyakini bahwa industri pertahanan lokal saat ini terlalu bergantung pada permintaan domestik saja.

Dia mendorong industri pertahanan kedua negara untuk mulai memperluas pasarnya dan berorientasi pada ekspor.

Selain membahas hubungan bilateral, Ryamizard dan Song juga membahas isu-isu regional, seperti situasi di Semenanjung Korea dan ambisi rudal Korea Utara.

"Kedua menteri mengungkapkan kekhawatirannya terkait ancaman rudal serta nuklir Korut yang terus meningkat dan kian memprihatinkan. Mereka juga membahas cara-cara untuk mempererat koordinasi erat dalam hal ini," bunyi pernyataan kementerian.