Papua Nugini Umumkan Status Darurat Pasca Gempa 7,5 SR

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 02/03/2018 19:30 WIB
Papua Nugini Umumkan Status Darurat Pasca Gempa 7,5 SR PM Papua Nugini Peter O'Neill mengumumkan status darurat pasca gempa berkekuasan 7,5 SR yang menewaskan 31 orang. (REUTERS/Tim Wimborne)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill mengumumkan keadaan darurat setelah gempa berkekuatan 7,5 skala Richter yang menewaskan sedikitnya 31 orang awal pekan ini.

"Ini adalah bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keadaan darurat telah dumumkan untuk mempercepat pemulihan layanan publik penting termasuk layanan kesehatan, sekolah, akses jalan, bandara, aliran listrik dan komunikasi," ucap O'Neill melalui sebuah pernyataan, Jumat (2/3).

Gempa yang terjadi pada Senin (26/2) dini hari tersebut diikuti dua gempa susulan. Tim SAR masih berjuang mencapai desa-desa di pedalaman dekat pusat gempa untuk melakukan evakuasi.


Sedikitnya 13 dari total korban yang tewas dilaporkan terjebak longsor di desa pedalaman dekat pusat gempa yang berjarak 560 kilometer barat laut Ibu Kota Port Moresby.


Korban tewas lainnya terdapat di sekitar Provinsi Mendi dan Kota Tari yang berjarak 40 kilometer dari pusat guncangan. Sejumlah transportasi dan bandara di kota itu terpaksa ditutup.

Sejumlah pihak mengatakan bantuan kemanusiaan hingga kini juga belum sampai ke wilayah itu. Sebab, guncangan gempa turut memutus sejumlah akses jalanan dan landasan udara.

Cuaca buruk menambah tantangan otoritas melakukan pencarian dan evakuasi menggunakan jalur udara.

"Orang-orang yang tinggal di desa-desa terpencil dalam keadaan sekarat perlahan. Satu-satunya jalur penyelamatan adalah dari udara menggunakan helikopter dan mereka hampir tidak datang," kata seorang pejabat Provinsi Hela, William Bando, kepada Reuters.



"Banyak orang yang membutuhkan tenda penampungan, pasokan air bersih, dan medis. Hari ini cuaca cerah dan kami berharap helikopter bantuan segera datang," lanjutnya.

PM O'Neill menjanjikan pemerintah akan emberi bantuan kemanusiaan sebesar 450 juta kina atau setara Rp1,8 triliun dan sejumlah bantuan militer.

Palang Merah menyatakan organisasinya juga telah mengeluarkan dana US$22 ribu bantuan dan pertolongan pertama seperti air bersih dan tenda ke wilayah tersebut.

Negara tetangga seperti Australia turut menjanjikan memberikan asistensi dan mengirimkan pesawat militer C-130 untuk membantu menyalurkan bantuan lewat udara.

[Gambas:Video CNN] (nat)