Ke Mesir, Putra Mahkota Saudi Teken Investasi Rp137 Triliun

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 05/03/2018 15:26 WIB
Ke Mesir, Putra Mahkota Saudi Teken Investasi Rp137 Triliun Putra Mahkota Arab Saudi meneken kesepakatan investasi pembangunan megapolitan senilai Rp137 triliun dalam lawatan perdana ke Mesir. (The Egyptian Presidency/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi dan Mesir sepakat untuk menanamkan saham gabungan senilai US$10 miliar atau setara Rp137 triliun dalam rencana pembangunan kota megapolitan di selatan Semenanjung Sinai. Kesepakatan itu tercapai dalam kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman ke Mesir.

Kesepakatan yang melibatkan pembangunan seluas lebih dari 1.000 kilometer persegi itu disetujui oleh Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi bersama Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman di Kairo, Minggu (4/3).

Kunjungan ke Kairo merupakan lawatan  perdana Pangeran Mohammed bin Salman ke luar negeri sejak dirinya diangkat sebagai putra mahkota tahun lalu.


Kepada Reuters, seorang pejabat Riyadh mengatakan investasi Saudi ini ditujukan membantu pembangunan wilayah pinggiran Mesir yang berbatasan langsung dengan kota ekonomi transnasional Neom. Kota tersebut tengah dibangun Saudi.


Investasi bersama ini semakin mempererat hubungan strategis Arab Saudi, negara terkaya di kawasan, dengan Mesir, negara berpenduduk terbanyak di Timur Tengah.

Kairo merupakan salah satu sekutu terdekat Riyadh di kawasan. Sejak Sisi menjabat pada 2013, relasi Mesir dengan Saudi kian dekat.

Selama ini Kairo juga secara tegas menyatakan dukungan kepada Riyadh, khususnya mengenai isu-isu politik luar negeri utama seperti persaingan pengaruh antara Saudi dan Iran di kawasan.

Mesir juga mendukung koalisi Saudi melawan pemberontak Houthi di Yaman. Tahun lalu, Kairo menjadi salah satu sekutu Saudi yang ikut memboikot dan memutus hubungan diplomatik dengan Qatar.


Mesir bahkan sepakat memberikan dua pulaunya di Laut Merah kepada Saudi meski memicu protes meluas di dalam negeri.

Sehari sebelum kunjungan Pangeran Mohammed, Pengadilan Tinggi Mesir juga mencabut tantangan hukum yang menghambat pemberian dua pulau tersebut.

Lawatan Pangeran Mohammed juga dilakukan tiga minggu menjelang pemilu Mesir berlangsung, di mana Sisi mengincar periode keduanya.

Sejumlah kritikus mengklaim bahwa otoritas berwenang telah menekan oposisi dengan memaksa para pesaing Sisi menghentikan kampanye pemilu.

Setelah Mesir, Pangeran Mohammed direncanakan mengunjungi Inggris dan Amerika Serikat yang merupakan sekutu dekat Saudi di dunia Barat.

[Gambas:Video CNN] (nat)