Trump Bertemu Kim Jong-un karena Korut Janji Setop Nuklir

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 17:50 WIB
Trump Bertemu Kim Jong-un karena Korut Janji Setop Nuklir Presiden AS Donald Trump sepakat bertemu dengan Kim Jong-un setelah pemimpin Korut berjanji menghentikan program senjata nuklirnya. (REUTERS/Win McNamee/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya siap bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam pertemuan tingkat tinggi pertama kedua negara yang menandai potensi terobosan besar di tengah ketegangan terkait program senjata nuklir Pyongyang.

"Sebuah pertemuan tengah direncanakan," kata Trump lewat Twitter, setelah berbicara dengan delegasi Korea Selatan terkait potensi dialog dengan Kim, Kamis waktu setempat (8/3).

"Kim Jong-un berbicara soal denuklirisasi dengan perwakilan Korea Selatan, bukan cuma penundaan," kata Trump melalui Twitter. "Selain itu, tidak akan ada uji coba rudal Korea Utara dalam periode waktu ini."


Sebelumnya, kabar kesiapan Trump baru disampaikan oleh pihak Korsel. Pernyataan ini mengonfirmasi kata-kata Kepala Kantor Keamanan Nasional Chung Eui-yong usai bertemu pemimpin AS di Gedung Putih.
"Kemajuan luar biasa telah dicapai, tapi sanksi akan dipertahankan hingga kesepakatan tercapai," kata Trump.

Selain menyampaikan kesiapan Trump bertemu Kim, Chung juga mengatakan Korut telah "berkomitmen pada denuklirisasi dan penghentian uji coba baik nuklir maupun peluru kendalinya."



Chung mengatakan Trump menerima undangan Kim untuk bertemu pada Mei ini. Seorang pejabat AS yang dikutip Reuters kemudian mengatakan pertemuan itu bisa digelar "dalam hitungan bulan, sementara waktu dan tempat pastinya masih belum ditentukan."

Sebelumnya, Trump sudah mengatakan siap bertemu Kim jika keadaannya tepat. Namun, saat itu dia mengindikasikan belum waktunya mengadakan pertemuan tersebut dan pada Oktober dia menyebut Menteri Luar Negeri Rex Tillerson "membuang waktu" mencoba berdialog dengan Korut.
Sementara itu, tak lama sebelum Trump bertemu dengan delegasi Korsel, Tillerson mengatakan "pembicaraan soal (rencana) pembicaraan" mungkin saja dilakukan dengan Pyongyang, tapi negosiasi denuklirisasi kemungkinan kecil terjadi.

Pertemuan antara Kim dan Trump, dua pemimpin negara yang kerap silih hina dan mengancam perang, bakal jadi titik balik besar setelah ketegangan meningkat dalam satu tahun terakhir.

Orang-orang di sekitar Trump khawatir menghadapi tawaran Korea Utara karena negara itu punya sejarah melanggar komitmen internasional dan selalu menolak melucuti senjatanya.

(aal)