Putra Mahkota Arab Saudi Janji Promosikan Toleransi Beragama

LIT, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 13:49 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Janji Promosikan Toleransi Beragama Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman berjanji untuk mempromosikan toleransi antar agama saat bertemu dengan Kepala Gereja Anglikan di London, Inggris. (REUTERS/Yui Mok/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman berjanji untuk mempromosikan toleransi antar agama saat bertemu dengan Kepala Gereja Anglikan di London, Inggris, Kamis (8/3). Pewaris tahta Kerajaan Arab Saudi itu mempromosikan negaranya yang kian toleran, modernisasi ekonomi dan bertekad untuk meningkatkan nilai investasi dan perdagangan dalam lawatan resminya ke Inggris, sekutu pertahanannya sejak lama.

Pangeran Mohammed disambut Uskup Agung Canterbury Justin Welby di Istana Lambeth, yang terletak di pusat kota London. Justin Welby merupakan pemimpin spiritual dari jutaan umat Kristen Komuni Anglican sedunia. Keduanya berbincang-bincang selama satu jam.

"Putra Mahkota menyatakan komitmennya yang kuat untuk mempromosikan berbagai tradisi iman yang terus berkembang, dan dialog antar agama baik di dalam maupun luar Kerajaannya," kata pernyataan dari Istana Lambeth seperti dilansir Reuters, Jumat (9/3).


"Uskup Agung menyampaikan keprihatinannya terkait dengan pembatasan beribadah bagi umat Kristen di Kerajaan Arab Saudi dan menyorot pentingnya dukungan dari semua petinggi agama dalam kebebasan beragama atau kepercayaan, berkaca dari pengalaman Inggris."

Selama berkunjung ke Istana Lambeth, Pangeran Mohammed ditemani Uskup Agung Canterbury melihat-lihat beberapa teks awal agama Kristen, Islam dan Yahudi. Salah satunya bagian dari manuskrip Al-Qur'an yang ditemukan di Perpustakaan Universitas Brimingham pada 2015. Manuskrip ini dipercaya sebagai salah satu yang tertua di dunia.


Welby juga "menyuarakan kesedihannya" terhadap situasi kemanusiaan di Yaman. Koalisi pimpinan Saudi berperang disana, membunuh sekitar 10,000 orang dan menyebabkan 8,3 juta lainnya bergantung pada bantuan pangan.

Kritik dan demonstrasi besar terkait perang Yaman ini kontras dengan sambutan hangat pemerintah Inggris terhadap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman.

Pangeran Mohammed makan siang bersama Ratu Elizabeth, Kamis (8/30. Dia lalu bertemu Perdana Menteri Theresa, menyetujiu target peningkatan hubungan perdanganan dan investasi sebesar 65 miliar poundsterling.

Kamis (8/3) seorang juru bicara pemerintah mengatakan Pangeran Mohammed bertemu Menteri Keuangan Philip. Dua sumber mengatakan ada juga pertemuan dengan ketua pelaksanaan grup Standard Chartered Bill Winters dan CEO HSBC John Flint. Namun tidak ada rincian lebih lanjut dari kedua pertemuan tersebut.

(nat)