Kekuasaan Xi diperluas oleh Parlemen China pada Minggu, ketika badan yang sebenarnya tidak punya kekuatan untuk menentang penguasa itu meloloskan amandemen konstitusi dan menghapus batas masa jabatan presiden.
Langkah itu memungkinkan lelaki 64 tahun untuk terus berkuasa selama ia menghendaki, berkuasa layaknya kaisar, dan membentuk ulang China sesuai sesuai dengan citranya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xi adalah pemimpin China pertama yang lahir setelah 1949, ketika pasukan Komunis Mao mengambil alih kekuasaan usai perang sipil berkepanjangan.
Keluarga Xi sempat kesulitan setelah ayahnya dihilangkan oleh Mao. Walau demikian, dia karirnya tetap merangkak naik.
Memulai perjalanannya sebagai sekretaris partai tingkat daerah pada 1969, Xi kemudian menjadi gubernur Fujian pada 1999, lalu kepala partai di provinsi Zhejiang pada 2002 sebelum menjabat posisi yang sama di Shanghai pada 2007.
Menyusul kegagalan kampanye ekonomi Mao dan Revolusi Budaya yang memakan banyak korban pada 1966-1976, kepemimpinan partai berupaya untuk mencegah kekacauan lebih jauh dengan membatasi kekuasaan presiden lewat sistem di mana keputusan kebijakan dibahas oleh Komite Tetap Politburo.
Xi Jinping mematahkan tradisi sejak menjabat sebagai presiden pada 2013. (REUTERS/Damir Sagolj) |
Namun "Xi Dada" (Paman Besar Xi), begitu dia disebut dalam propaganda komunis, mematahkan tradisi itu sejak menjabat sebagai presiden pada 2013 dan kini semakin menyelimuti negaranya dengan kultus individu.
Memberantas korupsi dan menegakkan kepemimpinan partai sudah jadi prioritas Xi ketika ia diwawancarai oleh AFP pada 2000 lalu.
Saat itu, Xi bersumpah akan menumpas korupsi menyusul skandal penyelundupan senilai $10 miliar atau Rp136 triliun. Namun, dia menepikan wacana reformasi politik untuk menghadapi masalah itu, menyatakan akan bekerja di bawah struktur satu partai dan sistem konsultasi politik serta "supervisi oleh masyarakat."
Pemerintahan rakyat tidak boleh boleh melupakan kata 'rakyat' dan kita harus melakukan apa yang kita bisa untuk melayani rakyatxi Jinping |
Pemimpin segala
Wajah Xi sekarang muncul di halaman depan setiap surat kabar di China, sementara kebijakan dan arahannya menjadi tajuk utama berita setiap malam.
Toko-toko menjual plat peringatan dan memorabilia dengan gambarnya bersandingan dengan Mao Zedong, dan ia mengumpulkan banyak jabatan politik maupun militer--dari presiden, hingga kepala Komisi Militer Pusat dan "inti" partai--hingga dijuluki "pemimpin segala."
Kongres Partai Komunis menegaskan bergabungnya Xi di jajaran pemimpin berpengaruh China bersama Mao dan tokoh reformasi pasar Deng Xiaoping. Kini, nama Xi Jinping dan ideologinya diabadikan dalam konstitusi partai.
Sementara menyerukan "peremajaan besar" China sebagai kekuatan dunia, Xi membentuk citra sebagai tokoh rakyat yang berpakaian sederhana dan membeli bakpao sendiri di toko biasa.
Namun, Xi menjabat sebagai presiden dengan sikap tegas pada masyarakat sipil dan pembungkaman kebebasan berbicara suara-suara penentang citra bersahabat itu--dan dia tidak terima dihina atau dijelekkan.
Unggahan pengguna media sosial yang berani membandingkannya dengan kartun Winnie the Pooh langsung dihapus, dan seorang lelaku yang menyebutnya sebagai "Xi Bakpao"--merujuk pada pencitraan sarapannya--dipenjara selama dua tahun.
(aal)
Xi Jinping mematahkan tradisi sejak menjabat sebagai presiden pada 2013. (REUTERS/Damir Sagolj)