"Kami sangat yakin ini akan terjadi. Tawaran sudah disampaikan dan kami terima. Korea Utara membuat beberapa janji dan kami harap mereka akan menepati janji itu dan pertemuan akan berlangsung sesuai rencana," ujar juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, Senin (11/3).
Sanders mengatakan bahwa hingga kini AS pun masih melakukan persiapan di berbagai tingkatan agar pertemuan berjalan lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Korea Selatan sebagai penengah kedua negara menyatakan kemungkinan Korut sangat berhati-hati sehingga tak melontarkan tanggapan apa pun sejak mereka menyampaikan undangan pertemuan kepada Trump.
"Saya rasa mereka sangat berhati-hati menanggapi situasi ini dan mereka membutuhkan waktu untuk mengatur pendirian mereka," tutur juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Baik Tae-hyun.
Dalam pertemuan tersebut, Kim dilaporkan menyatakan keinginan untuk mengadakan pertemuan dengan Trump yang langsung disambut baik oleh sang presiden AS. Namun, ketika media besar dunia memberitakan keputusan bersejarah ini, Korut justru bungkam.
"Di saat bersamaan, semua pihak harus bersabar dan menaruh perhatian, menunjukkan kebijakan politik, menanggapi segala masalah dan mengintervensi agar proses pembicaraan tetap berlanjut," kata Presiden Xi Jinping sebagaimana dikutip media pemerintah China. (has)