Kali ini, Putin bahkan menunjukkan ketidak peduliannya terhadap isu tersebut. Bahkan, ia menyebut kabar yang menyebut keterlibatan Rusia dalam intervensi Pemilu AS tidak kaitannya dengan pemerintah.
Sikap Putin sekaligus mengonfirmasi dugaan keterlibatan 13 warga negaranya yang diduga jadi sosok di balik serangan siber yang memenangkan Donald Trump sebagai presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Putin kali ini sekaligus menampik temuan penasihat khusus seorang pengacara asal AS, Robert S. Mueller III yang mendakwa keterlibatan 13 orang dan tiga bisnis milik Rusia. Dalam temuannya, penasihat Mueller III mengatakan adanya campur tangan ilegal dan peredaran informasi palsu yang memengaruhi hasil Pemilu Presiden AS.
Dalam temuannya, penggunaan akun media sosial dan identitas palsu untuk menyebarkan informasi yang salah untuk mempromosikan Trum dan menekan Hillary Clinton sebagai lawannya dari Partai Demokrat.
"Kami tidak memiliki instrumen yang dibutuhkan. Rusia tidak memiliki alat layaknya AS," klaim Putin.
Sebelumnya, badan intelijen A.S. berulang kali mengatakan Rusia mencoba memengaruhi pemilihan tersebut. Bulan lalu penasihat keamanan nasional Trump, Letnan Jenderal H.R. McMaster mengatakan bahwa dakwaan terhadap 13 orang itu telah memberi bukti "tidak dapat dibantah" mengenai kegiatan Moskow dalam pemilihan 2016. (evn)