Trump Akhirnya Beri Ucapan Selamat kepada Putin
CNN | CNN Indonesia
Rabu, 21 Mar 2018 04:55 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya memberikan ucapan selamat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (20/3) atas kemenangannya pada pemilihan presiden yang baru kembali digelar. Keduanya pun akan segera bertemu guna melakukan pembahasan terkait adu senjata dan krisis yang terjadi di Ukraina, Suriah, dan Korea Utara.
Putin menang telak dalam pemilihan presiden pada hari Minggu (18/3), memperpanjang pemerintahannya atas salah satu negara terbesar di dunia itu hingga 2024.
"Saya sudah menelepon Presiden Putin dan mengucapkan selamat atas kemenangannya," ujar Trump, seperti dikutip dari CNN.com.
Trump juga menyebut langkahnya menghubungi Putin terkait dengan kemungkinan pertemuan keduanya dalam waktu dekat untuk melakukan diskusi terkait perlombaan senjata. Pertemua keduanya juga akan membahas krisis yang kini tengah terjadi di Ukraina, Suriah, dan Korea Utara.
Pernyataan resmi dari gedung putih menyebut komunikasi melalui telepon antara kedua pemimpin negara tersebut mendiskusikan hubungan bilateral antara kedua negara dan kelanjutan dialog mengenai prioritas dan tantangan keamanan negara, dan yang terpenting terkait denuklirisasi Semenanjung Korea.
Sekertaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders menyebut dua isu utama, yakni campur tangan rusia pada pemilihan presiden AS pada 2016 dan tuduhan Rusia terlibat dalam serangan racun saraf terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris tak dibahas selama kedua kepala negara tersebut berkomunikasi lewat telepon. (agi)
Putin menang telak dalam pemilihan presiden pada hari Minggu (18/3), memperpanjang pemerintahannya atas salah satu negara terbesar di dunia itu hingga 2024.
"Saya sudah menelepon Presiden Putin dan mengucapkan selamat atas kemenangannya," ujar Trump, seperti dikutip dari CNN.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan resmi dari gedung putih menyebut komunikasi melalui telepon antara kedua pemimpin negara tersebut mendiskusikan hubungan bilateral antara kedua negara dan kelanjutan dialog mengenai prioritas dan tantangan keamanan negara, dan yang terpenting terkait denuklirisasi Semenanjung Korea.
Sekertaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders menyebut dua isu utama, yakni campur tangan rusia pada pemilihan presiden AS pada 2016 dan tuduhan Rusia terlibat dalam serangan racun saraf terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris tak dibahas selama kedua kepala negara tersebut berkomunikasi lewat telepon.