"Presiden Myanmar, U Htin Kyaw, mengundurkan diri pada 21 Maret 2018," demikian pernyataan resmi dari kantor kepresidenan Myanmar yang dilansir melalui akun Facebook resmi mereka, sebagaimana dikutip AFP.
Reuters melaporkan bahwa melalui pernyataan itu, kantor kepresidenan juga menyatakan bahwa Htin Kyaw mengundurkan diri untuk "beristirahat dari tugas dan tanggung jawabnya saat ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka hanya menjabarkan bahwa berdasarkan konstitusi Myanmar, Wakil Presiden U Myint Swe mengambil alih jabatan presiden hingga parlemen memilih pengganti resmi.
"Sesuai dengan Konstitusi Myanmar Pasal 73 (b), prosedur akan dijalankan untuk mengisi posisi presiden dalam waktu tujuh hari kerja," tulis kantor presiden Myanmar.
Hingga kini, belum ada spekulasi nama calon pengganti Htin Kyaw, orang yang disebut-sebut ditunjuk menjadi presiden karena dekat dengan Aung San Suu Kyi, ketua Liga Nasional Demokrasi (NLD), partai yang memenangkan pemilu dua tahun lalu.
Suu Kyi tidak bisa menjadi presiden lantaran undang-undang peninggalan junta melarang seseorang yang memiliki pasangan warga negara asing untuk memimpin negeri. Suami Suu Kyi adalah warga Inggris, kedua anaknya juga kini tinggal di negara itu. (has)