Presiden Baru Zimbabwe Lepaskan 3.000 Narapidana

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 07:24 WIB
Presiden Baru Zimbabwe Lepaskan 3.000 Narapidana Presiden Emmerson Mnangagwa mengampuni 3.000 narapidana dalam grasi pertamanya setelah menjabat menggantikan Mugabe. (AFP Photo/Alexander Joe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden baru Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa, mengampuni 3.000 narapidana lewat grasi pertamanya sejak menjabat. Sebagian besar napi perempuan dibebaskan.

Terakhir kali narapidana dilepaskan dalam jumlah besar adalah pada Mei 2016, di bawah pemerintahan Robert Mugabe. Saat itu, lembaga pemasyarakatan kesulitan memberi makan para napi karena kurang dana.

Pemberitahuan pemerintah yang mengungkap grasi terbaru ini tidak disertai alasan pengampunan. Namun, langkah presiden berjulukan "buaya" yang dikenal kejam sebelum naik jabatan ini dilakukan hanya beberapa bulan sebelum pemilihan umum.


Badan Lembaga Pemasyarakatan Zimbabwe menyatakan pengampunan ini akan mengurangi kepadatan penjara yang menampung 20 ribu narapidana meski hanya berkapasitas untuk 17 ribu orang.
Grasi diberikan pada seluruh napi perempuan, kecuali mereka yang dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup. Selain itu, semua pemuda dan orang-orang yang dipenjara kurang dari 36 bulan pun dilepaskan.

Kebijakan tidak berlaku untuk mereka yang sudah dibebaskan dalam grasi sebelumnya tapi kemudian kembali dipenjara. Napi pembunuhan, pengkhianatan, pemerkosaan dan perampokan dengan senjata api juga mesti tetap mendekam di balik jeruji.

"Saya harap setelah proses yang akan kami laksanakan, 3.000 orang akan merasakan keuntungannya," kata Alford Mashango, asisten komisioner Badan Lapas Zimbabwe kepada wartawan, dikutip Reuters.
(aal)