Terakhir kali narapidana dilepaskan dalam jumlah besar adalah pada Mei 2016, di bawah pemerintahan Robert Mugabe. Saat itu, lembaga pemasyarakatan kesulitan memberi makan para napi karena kurang dana.
Pemberitahuan pemerintah yang mengungkap grasi terbaru ini tidak disertai alasan pengampunan. Namun, langkah presiden berjulukan "buaya" yang dikenal kejam sebelum naik jabatan ini dilakukan hanya beberapa bulan sebelum pemilihan umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan tidak berlaku untuk mereka yang sudah dibebaskan dalam grasi sebelumnya tapi kemudian kembali dipenjara. Napi pembunuhan, pengkhianatan, pemerkosaan dan perampokan dengan senjata api juga mesti tetap mendekam di balik jeruji.
"Saya harap setelah proses yang akan kami laksanakan, 3.000 orang akan merasakan keuntungannya," kata Alford Mashango, asisten komisioner Badan Lapas Zimbabwe kepada wartawan, dikutip Reuters.
Lihat juga:Mewah, Fasilitas Pensiun Robert Mugabe |