Pentagon Dukung Trump Kirim Militer ke Perbatasan Meksiko

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 06/04/2018 03:05 WIB
Pentagon Dukung Trump Kirim Militer ke Perbatasan Meksiko Departemen Pertahanan AS, Pentagon membentuk badan baru guna mendukung rencana Presiden Donald Trump mengirim pasukan militer ke perbatasan Meksiko. (REUTERS/Yuri Gripas).
Jakarta, CNN Indonesia -- Markas Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon menyatakan telah membentuk badan baru untuk mendukung perintah Presiden Donald Trump yang ingin mengirim pasukan militer Garda Nasional ke perbatasan Meksiko.

Badan baru yang disebut 'sel dukungan keamanan perbatasan' itu akan menyalurkan informasi antara Pentagon dan Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang bertanggung jawab atas keamanan perbatasan.

"Sel akan bertahan untuk masa mendatang, untuk memastikan kami meningkatkan kapasitas kami untuk memenuhi tujuan keamanan perbatasan yang diinginkan presiden," kata juru bicara Pentagon Dana White, dikutip AFP, Jumat (6/4).


Trump pada Rabu lalu memerintahkan pengerahan militer Garda Nasional ke perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko untuk membendung arus imigran ilegal.


Karena Garda Nasional berada di bawah kekuasaan gubernur negara bagian, Pentagon perlu menjalin hubungan dengan masing-masing dari empat negara yang berbatasan dengan Meksiko untuk menentukan bagaimana militer akan beroperasi.

"Upaya Garda Nasional akan mencakup penerbangan, teknik, pengawasan, komunikasi, pemeliharaan kendaraan dan dukungan logistik," kata White.

Sejauh ini, para pejabat Pentagon masih belum tahu berapa banyak pasukan yang akan diterjunkan di perbatasan, apakah mereka akan dipersenjatai, kapan mereka akan dikerahkan, dan berapa lama mereka akan ada di sana.

Di sisi lain White membantah ada mis koordinasi atau komunikasi antara Trump dan Pentagon.

"Komunikasi antara Gedung Putih dan Departemen Pertahanan sangat jelas," katanya.


Trump sudah mengisayaratkan keinginan untuk mengerahkan militer sejak awal pekan ini, setelah menerima laporan akan ada satu karavan membawa banyak imigran dari arah Meksiko menuju AS.

"Sampai kita memiliki tembok dan keamanan yang memadai, kita harus mengamankan perbatasan kita dengan militer," kata Trump.

Rencana pengerahan militer ini sempat menimbulkan tanda tanya karena berdasarkan undang-undang, tentara dan ranting militer lain tak boleh ikut serta dalam upaya penegakan hukum sipil di tanah AS kecuali mendapatkan izin dari Kongres.

Selain itu, Trump juga ingin membangun tembok perbatasan AS dan Meksiko, tapi keinginannya itu menemui hambatan keuangan dan ia meminta bantuan Pentagon untuk mendanainya.

White mengatakan Departemen Pertahanan sedang merencanakan pembangunan tembok di Barry M. Goldwater Air Force Range di Arizona, yang bersisian dengan perbatasan AS-Meksiko. (osc)