"Jika aliansi dan mitra Saudi meminta, kami akan melakukannya," ucap Mohammed kepada wartawan di Paris, Perancis, usai bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron, Rabu (11/3).
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, mengatakan sejumlah negara lain juga tengah berkomunikasi untuk menyikapi serangan senjata kimia itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan gas yang terjadi di Suriah pada akhir pekan lalu menewaskan setidaknya 60 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang lainnya di sejumlah lokasi di Douma yang berjarak tak jauh dari Ibu Kota Damaskus.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin (9/4) menjanjikan tindakan yang cepat dan kuat sebagai tanggapan atas serangan tersebut.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga gagal mengadopsi resolusi guna merespons insiden itu dalam rapat darurat, Selasa (10/4).
Sementara itu, dua proposal yang diajukan Rusia dalam rapat itu juga gagal mendapat minimal 9 suara agar bisa diadopsi.
Dalam proposal keduanya, Moskow juga mengusulkan untuk mengirim tim pencari fakta Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) ke Suriah, tapi tak mengidentifikasi pelaku. (has)