Rusia: Serangan Gabungan AS Buyarkan Peluang Damai Suriah

CNN Internasional, CNN Indonesia | Sabtu, 14/04/2018 12:00 WIB
Rusia: Serangan Gabungan AS Buyarkan Peluang Damai Suriah Ilustrasi serangan udara AS, Perancis, dan Inggris pada Damaskus, Suriah. (REUTERS/Yiannis Kourtoglou)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam pernyataan di Facebook menyebut serangan Amerika Serikat pada Suriah terjadi saat negara itu punya kesempatan untuk merasakan perdamaian.

"Anda pasti benar-benar luar biasa untuk menyerang ibu kota Suriah ketika negara itu pada akhirnya punya kesempatan meraih masa depan yang damai," ujar Zakharova.

Dia juga menuding pemerintah AS hanya mengandalkan laporan-laporan media sebagai dasar untuk menyerang Suriah.

"Gedung Putih menyatakan bahwa keyakinan mereka bahwa pemerintah di Damaskus menggunakan senjata kimia didasarkan pada 'media, laporan-laporan indikasi, video dan foto, serta informasi yang kredibel'," demikian ujar Zakharova.


"15 tahun lalu [sebelum menyerang Iraq], Gedung Putih menggunakan tes laboratorium dan laporan Departemen Pertahanan. Sekarang, ketimbang menggunakan laporan seperti itu, Washington hanya mendasarkannya pada laporan media."

Pada Sabtu (14/3) dini hari, serangan rudal gabungan AS, Inggris, dan Perancis menghantam pengkalan militer dan pusat riset kimia di Damaskus.

Serangan lewat udara itu menyasar sejumlah fasilitas produksi kimia rezim Bashar al-Assad.

Menurut Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, serangan ini hanya sebuah pesan tegas kepada Suriah bahwa AS menentang penggunaan senjata kimia, seperti kasus di Douma pada pekan lalu.

Serangan ini teradi hanya beberapa saat setelah AS, Perancis, dan Inggris mengumumkan akan menyerang pusat senjata kimia Suriah.

[Gambas:Video CNN]


(vws)