Penyakit Misterius, Kanada Tarik Keluarga Diplomat dari Kuba

Natalia Santi, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 19:00 WIB
Penyakit Misterius, Kanada Tarik Keluarga Diplomat dari Kuba Kanada memulangkan keluarga para diplomat yang ditempatkan di Kedutaan Besarnya di Havana, Kuba akibat penyakit misterius yang belum diketahui penyebabnya. (REUTERS/Enrique de la Osa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanada memulangkan keluarga para diplomat yang ditempatkan di Kedutaan Besarnya di Havana, Kuba akibat penyakit misterius yang belum diketahui penyebabnya. Informasi pakar medis menyebut penyakit itu menyebabkan cedera otak.

Kanada masih menyelidiki penyebab gejala-gejala penyakit yang pertama kali dilaporkan oleh warga yang berhubungan dengan kedutaan besarnya di Havana pada 2017. Gejala penyakit serupa menimpa para diplomat Amerika Serikat di Kuba.

"Penyebabnya belum diketahui, tapi bisa jadi buatan manusia," kata rilis dari pemerintah Kanada seperti dilansir CBC, Senin (16/4).


Gejala-gejala penyakit tersebut antara lain pusing dan mual, dialami 10 dari 27 personel dan anggota keluarga Kanada yang baru-baru ini menjalani tes kesehatan.

Meski tak ada insiden baru sejak musim gugur 2017, keluarga diplomat yang telah kembali ke Kanada masih mengalami gejala-gejala tersebut. Di beberapa kasus, gejala-gejalanya berkurang sebelum pemulangan.


Kanada juga menerima informasi dari pakar medis Kanada maupun Amerika Serikat yang mengungkapkan kekhawatiran kemungkinan tipe cedera otak. Teori awal menyebut serangan suara dilontarkan pertama kali oleh pejabat Amerika Serikat tahun lalu, atau penyebab psikosomatif massal yang saat ini dianggap mustahil.

Dr Douglas Smith, Direktur Pusat Cedera dan Pemulihan Otak, Universitas Pennsulvania, Sekolah Kedokteran Perelman memeriksa 24 warga Amerika Serikat yang menderita penyakit misterius tersebut dan menemukan gejala-gejala mereka serupa dengan para penderita cedera otak traumatis.

"Keluhan tuama adalah disfungsi kognitif," kata dia sambil menambahkan orang-orang yang diperiksa mengalami kelambatan proses informasi, daya ingat dan kesulitan menemukan kata-kata yang tepat saat menulis atau bicara.

Dilansir kantor berita Reuters, uji kualitas air dan udara di lingkungan staf di Havana tidak menunjukkan tanda-tanda menyebabkan masalah kesehatan.


Karena tidak pasti, kedutaan besar Kanada di Kuba akan dinyatakan sebagai pos tanpa pendamping. Artinya para diplomat ditempatkan di sana tanpa didampingi keluarga.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Agustus lalu menyatakan warga Amerika yang terkait dengan kedutaannya di Kuba mengalami gejala-gejala fisik yang disebabkan insiden mulai akhir 2016.

Maret lalu Amerika Serikat memutuskan untuk mengurangi jumlah staf di kedutaan besarnya di Havana, karena dugaan masalah kesehatan di kalangan diplomatnya tetap menjadi misteri yang tak terpecahkan.

Saat ini Kanada memiliki 15 staf di Havana dan mereka masih akan meninjau apakah semua posisi itu diperlukan.

Para pejabat Kuba membantah terlibat atau mengetahui apa yang terjadi di balik penyakit misterius tersebut. Kanada umumnya menikmati hubungan baik dengan Kuba, bahkan ketika Amerika Serikat memberlakukan blokade ekonomi selama beberapa dekade terakhir.

Gejala-gejala penyakit misterius itu hanya berdampak pada personel Kanada dan Amerika Serikat. Tak ada tanda-tanda wisatawan berisiko mengalaminya.

(nat)