Soal Suriah, RI Minta Semua Pihak Hormati Hukum Internasional

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 20/04/2018 15:57 WIB
Soal Suriah, RI Minta Semua Pihak Hormati Hukum Internasional Para pemberontak Suriah. Indonesia meminta seluruh pihak yang berkonflik di Suriah untuk menghormati hukum internasional, menyusul serangan AS, Inggris, dan Perancis akhir pekan lalu. (REUTERS/Omar Sanadiki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia meminta seluruh pihak yang berkonflik di Suriah untuk menghormati hukum internasional, menyusul serangan udara Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis akhir pekan lalu.

"Berulang kali bu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta agar semua pihak menghormati hukum-hukum internasional khususnya piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Perdamaian di Suriah bisa dicapai melalui perundingan dan Indonesia mendorong seluruh pihak mengutamakan hal tersebut," ucap juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Christiawan Nasir, dalam jumpa pers rutin di Jakarta, Jumat (20/4).

Sejumlah situs militer Suriah kembali dibombardir AS dan sekutu setelah diduga meluncurkan serangan menggunakan senjata kimia ke wilayah pemberontak di Douma, Ghouta Timur pada 7 April lalu. Serangan gas kimia itu menewaskan sedikitnya 75 orang termasuk perempuan dan anak-anak, serta melukai 1.000 lainnya.


Presiden Donald Trump bersama Presiden Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Theresa May sepakat meluncurkan serangan bersama terhadap pasukan Presiden Bashar Al-Assad pada Sabtu (14/4) dini hari. Serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap penyalahgunaan senjata kimia oleh Suriah.

Arrmanatha menegaskan bahwa Indonesia mengecam segala bentuk penggunaan senjata nuklir dan kimia oleh pihak mana pun.

Indonesia, paparnya, meminta seluruh pihak berkonflik mengutamakan aspek kemanusiaan di Suriah, terutama keselamatan warag sipil termasuk perempuan dan anak-anak.

"Indonesia tentunya akan melihat perkembangan di Suriah. Kedua, Menlu Retno juga kembali menegaskan bahwa RI mengecam dengan keras penggunaan senjata nuklir dan kimia oleh siapa pun," kata Arrmanatha.

"Indonesia meminta seluruh pihak memperhatikan aspek kemanusiaan khususnya perempuan dan anak-anak dalam konflik tersebut."


Pada Kamis (19/4), Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik bersama Dubes AS Joseph R Donovan dan Dubes Perancis Jean-Charles Berthonnet menemui Retno di kantornya.

Ketiga dubes itu menjelaskan sikap ketiga negara terkait serangan gabungan ke Suriah. Dalam kesempatan itu, ketiga dubes juga meminta Indonesia bisa berperan lebih tegas dan besar lagi untuk menekan Suriah terkait penggunaan senjata kimia.

"Kami meminta Indonesia untuk bisa berperan lebih jauh lagi dan bergabung bersama kami untuk mendesak rezim Assad bertanggung jawab atas penyalahgunaan senjata kimia terhadap warganya sendiri," ucap Moazam usai menghadiri pertemuan tertutup itu kepada media.

Malik mengatakan sebagai salah satu negara anggota Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), Indonesia memiliki peran penting terkait penegakan hukum internasional soal penggunaan senjata kimia. Baik Suriah, maupun sekutunya Rusia membantah telah menggunakan senjata kimia seperti tuduhan Amerika Serikat dan  sekutunya. (nat)