Jepang Marah soal Kue Korsel buat Kim Jong-un

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 10:29 WIB
Jepang Marah soal Kue Korsel buat Kim Jong-un Ilustrasi hidangan penutup. (WDnet/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang meminta Korea Selatan berpikir kembali soal kue mousse mangga yang rencananya bakal disajikan di pertemuan tingkat tinggi dengan Korea Utara, Jumat (26/4). Kue itu dihias dengan peta Semenanjung Korea, termasuk pulau-pulau yang disengketakan dengan Tokyo.

Kue yang fotonya dipublikasi dengan judul "Musim Semi Rakyat" itu menyertakan pulau yang dikenal dengan Takeshima di Jepang dan Dokdo di Korea. Pulau itu berada di tengah-tengah perairan yang memisahkan kedua negara, disebut Tokyo sebagai Laut Jepang dan disebut Seoul sebagai Laut Timur.
"Hal ini sangat disesalkan," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang yang dikutip Reuters, Rabu. "Kami sudah meminta hidangan penutup itu tidak disajikan."

Jepang sebelumnya sempat mengeluh kepada Korea Selatan soal bendera berdesain serupa yang dibawa pendukung tim hoki putri di pertandingan persahabatan Paralimpiade Musim Dingin antara tim gabungan Korut-Korsel dengan Swedia, Maret lalu.


Sengketa baru terjadi saat pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in bersiap untuk berdiskusi soal program senjata nuklir Pyongyang, Jumat ini.
Hubungan antara kedua Korea dan Jepang telah lama direnggangkan oleh sengketa wilayah dan kebencian atas kolonisasi Jepang di Semenanjung Korea di awal abad lalu.

Sebelumnya, Tokyo juga sempat memprotes pendirian patung peringatan perempuan yang dipaksa bekerja di rumah bordil militer Jepang di tengah Perang Dunia II. Seoul menyebut negara tetangganya itu belum menyampaikan permintaan maaf tulus atas tindakan di masa perang itu.
Namun, Moon dan Perdana Menteri Shinzo Abe sudah berjanji untuk sama-sama menekan Korut agar meninggalkan program nuklir dan rudalnya.

Pertemuan tingkat tinggi Korut-Korsel di desa gencatan senjata di perbatasan, Panmunjom, rencananya bakal diikuti dialog antara Kim dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

(aal)