Denuklirisasi, Kim Jong-un Janji Tak Ganggu Tidur Moon Lagi

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 27/04/2018 13:24 WIB
Denuklirisasi, Kim Jong-un Janji Tak Ganggu Tidur Moon Lagi Pemimpin Korut Kim Jong-un berjanji untuk tidak mengganggu tidur Presiden Korsel Moon Jae-in dengan ancaman uji coba rudal dan nuklirnya lagi. ( Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjanji untuk tidak akan mengganggu tidur Presiden Korea Selatan Moon Jae-in lagi dengan ancaman-ancaman uji coba rudal dan nuklirnya.

Sesi pertama pertemuan bersejarah antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un berlangsung mulus, Jumat (27/4) pagi.

Juru bicara Moon, Yoon Young-chan mengatakan bahwa pertemuan perdana kedua pemimpin di wilayah demiliterisasi (DMZ) berjalan sangat hangat dan ramah.


Menurut Yoon, Kim Jong-un mengatakan bahwa Korut akan menyetop uji coba rudal dan nuklirnya sehingga tidak mengganggu tidur Moon lagi.

"Saya dengar waktu tidur Anda kerap terganggu karena harus mendatangi rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) karena ulah kami," kata Kim Jong-un kepada Presiden Korsel itu.

"Saya akan pastikan jika waktu tidur Anda di pagi hari tidak akan kami ganggu lagi," gurau Kim seperti dikutip AFP.

Pernyataan Kim itu merujuk pada keputusan Korut yang memutuskan tak akan lagi menguji coba rudal dan nuklirnya.

Isu pelucutan senjata nuklir memang menjadi salah satu fokus Korsel pada pertemuan hari ini. Selama ini denuklirisasi tak jarang menjadi hambatan dalam hubungan kedua negara yang terpisah pada akhir Perang Dunia II.

Dalam pertemuan yang berlangsung sebelum makan siang itu, Moon juga mengundang Kim untuk mengunjungi Istana Kepresidenan Korsel, Cheong Wa Dae, di Ibu Kota Seoul.

Moon juga berharap pertemuannya dengan Kim hari ini bisa memperbesar peluang kedua pemimpin untuk bertemu di masa depan. Moon juga berharap pertemuan tinggi selanjutnya bisa dilakukan di Ibu Kota Korut, Pyongyang.

"Pertemuan kami berdua akan berlanjut di Pyongyang, Seoul, Pulau Jeju, dan Gunung Paektu," kata Moon.

Kim Jong-un dikabarkan menerima tawaran Moon tersebut.

Dikutip The Guardian, Kim Jong-un menerima tawaran itu dengan mengatakan "mari kita lebih sering bertemu" kepada Moon.

Moon pun menyatakan apresiasinya terhadap keputusan Kim Jong-un untuk membuka diri dan bertemu dengannya.

Presiden Korsel itu juga menilai pertemuannya dengan pemimpin Korut sangat penting karena besarnya harapan rakyat akan perdamaian yang digantungkan kepada kedua pemimpin negara.

"Saya mengapresiasi keputusan berani dan tegas yang dibuat pemimpin Kim yang telah mengatur pertemuan kami," kata Moon seperti dilansir CNN.

Denuklirisasi, Kim Jong-un Janji Tak Ganggu Tidur Moon LagiFoto: Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters


"Saya percaya pertemuan kami berdua sangat penting bagi kita semua dan itu tentu saja berarti bahwa ada beban besar di pundak kami berdua," lanjutnya.

Moon pun bergurau bahwa pertemuan keduanya bisa berlangsung sepanjang hari karena kedua negara sudah terpisah begitu lama.

"Selama tujuh dekade terakhir kita tidak bisa berkomunikasi, saya pikir kita beruda bisa berbicara seharian penuh," canda Moon yang mengundang tawa Kim.

Setelah sesi pertama selesai, kedua pemimpin akan berpisah untuk makan siang di wilayah perbatasan masing-masing.

Keduanya akan bertemu kembali untuk melakukan upacara penanaman pohon pinus di garis demakrasi sebagai simbol "perdamaian dan kemakmuran". Tanah yang digunakan untuk menanam diambil dari Gunung Gunung Paektu di Korut dan Gunung Halla di Korsel.

Mereka lalu menyiram pohon pinus lambang perdamaian dan kemakmuran itu dengan air yang diambil dari Sungai Taedong di Korut dan Sungai Han di Korsel.

[Gambas:Video CNN]

Setelah itu kedua pemimpin akan kembali melakukan pertemuan hingga juga jamuan makan malam bersama.

Kedua pemimpin Korea itu diharapkan menandatangani kesepakatan tertulis seusai pertemuan. Kim Jong-un dan Moon Jae-in akan menggelar perjamuan makan malam sekitar pukul 18.30 waktu setempat di lantai tiga Rumah Perdamaian. (nat)