Ghalib Nashir Albalawi bersama istrinya mengunjungi Masamah binti Raswa Sanusi di Cirebon pada 5-6 Mei kemarin. Mantan tenaga kerja Indonesia itu sempat dinyatakan bersalah membunuh anak si majikan.
"Permaafan saya bagi Masamah adalah semata-mata mencari rida Allah. Kami sekeluarga juga meminta maaf atas kasus yang menjerat Masamah ini," kata Khalid di kedutaan besar Saudi di Jakarta, Senin (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, keluarga menolak hukuman yang dianggap terlalu ringan dan menuntut pengadilan menjatuhkan hukuman mati. Majelis kemudian mengabulkan tuntutan itu dan memvonis Masamah dengan qisas.
Setelah berdialog beberapa kali, Kementerian Luar Negeri RI membujuk Ghalib dan keluarga untuk memaafkan Masamah agar hukuman qisas dicabut.
Setelah menjalani sisa hukuman dan proses administrasi, Masamah pulang ke Indonesia pada akhir Maret lalu.
Sejak itu, paparnya, Konsul Jenderal RI di Jeddah berinisiatif mengajak Ghalib ke Indonesia demi bertemu Masamah dan keluarga.
Keluarga Ghalib di Kedubes Saudi, Jakarta. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha) |
Selama pertemuan, menurut Arief, Ghalib dan keluarga Masamah banyak bertukar cerita, termasuk alasam keluarganya mau memberi maaf dan mencabut hukuman qisas terhadap Masamah.
Osama mengatakan sikap Ghalib dan keluarga yang mau berlapang dada memberi maaf terhadap Masamah patut diapresiasi.
"Karena sesungguhnya Saudi hanya menjalankan syariat Allah. Saudi berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mengerti soal hukum di Saudi.
"Bagi keluarga korban, sikap lapang dada mereka juga patut diapresiasi oleh seluruh pihak sehingga hukuman mati bisa dihindarkan," kata Osama.
(aal)
Keluarga Ghalib di Kedubes Saudi, Jakarta. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)