Dituduh Pukuli Wanita di Ranjang, Jaksa Agung New York Mundur

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 08/05/2018 10:10 WIB
Dituduh Pukuli Wanita di Ranjang, Jaksa Agung New York Mundur Ilustrasi. (ThinkStock/Somkku)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa Agung New York dan pendukung gerakan anti-pelecehan terhadap perempuan #MeToo mengundurkan diri, Senin (7/5). Jaksa Agung Eric Schneiderman menyatakan diri mundur beberapa jam setelah media Amerika Serikat, The New Yorker menuduhnya memukuli empat perempuan di atas ranjang saat mabuk.

"Dalam beberapa jam terakhir, tuduhan serius, yang saya bantah dengan keras, ditujukan kepada saya," kata Schneiderman seperti dilansir kantor berita AFP.

Pengunduran diri Jaksa Agung Schneiderman adalah kejatuhan telak dari pejabat hukum tertinggi sekaligus oposan Donald Trump yang kerap mengajukan gugatan melawan pemerintahan Republikan.


"Meskipun tuduhan ini tidak terkait dengan tindakan profesional saya atau pun kantor saya, hal itu akan secara efektif menghalangi pekerjaan saya untuk memimpin kantor di masa yang kritis ini. Karena itu saya mengundurkan diri, efektif berlaku saat jam kantor usai pada 8 Mei," kata Schneiderman.

Sebelumnya dia mengeluarkan bantahan yang menyatakan dengan tegas bahwa dia tidak pernah menyerang siapapun, ataupun terlibat dalam hubungan seks non-konsensual.

Menurut Majalah The New Yorker, dua perempuan mengaku Schneiderman kerap memukuli mereka. Seringkali saat mabuk. Pemukulan dilakukan di atas tempat tidur dan dilakukan dengan paksaan.

Ditulis dalam artikel di The New Yorker, kedua perempuan itu mengaku mendapat perawatan medis karena ditampar keras di bagian telinga dan wajah, serta dicekik. Keduanya menyatakan kekerasan tersebut bukanlah hal yang diinginkan.

Februari lalu, Schneiderman menggugat The Weinstein Company karena gagal melindungi karyawannya dari kekerasan yang dilakukan Harvey Weinstein, yang diduga melakukan pelecehan seksual, meski telah mendapat aduan dari para staf.

Schneiderman juga diminta Gubernur New York Andrew Cuomo untuk meninjau keputusan Jaksa Wilayah Manhattan yang meminta agar Weinstein tidak digugat atas tuduhan penyerangan.

(nat)