Trump Putuskan Nasib Kesepakatan Nuklir Iran Hari Ini

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 08/05/2018 11:02 WIB
Trump Putuskan Nasib Kesepakatan Nuklir Iran Hari Ini Presiden Donald Trump akan mengumumkan sikap Amerika Serikat soal kesepakatan nuklir Iran hari ini, Selasa (8/5). (REUTERS/Lisa Norman-Hudson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengumumkan keputusan soal kesepakatan nuklir Iran hari ini, Selasa (8/5).

"Saya akan mengumumkan keputusan saya soal kesepakatan dengan Iran besok dari Gedung Putih, kicaunya melalui Twitter, Senin malam.

Trump saat ini tengah mempertimbangkan apakah akan melanjutkan penangguhan sanksi energi dan sektor perbankan Iran yang menjadi bagian dari perjanjian 2015 itu.


Sejumlah sumber memprediksi Trump akan menyetop penangguhan sanksi Iran tersebut. Jika benar, langkah tersebut menandakan AS secara efektif menarik diri dari kesepakatan itu.

Hingga kini, implikasi penarikan AS dari perjanjian tersebut belum jelas. Namun sejumlah analis menganggap langkah Washington ini bisa mempengaruhi citra Negeri Paman Sam sebagai mitra negosiasi di kancah internasional.

Di sisi lain, pendukung Trump menyebut meninggalkan perjanjian nuklir Iran diperlukan sebagai respons AS terhadap perilaku permusuhannya di Timur Tengah. Teheran selama ini dianggap mendukung pemberontak Houthi di Yaman dan rezim Suriah.


"Bukan hal yang buruk apalagi akhir dari dunia jika Presiden memutuskan meninggalkan kesepakatan itu," ucap peneliti senior dari organisasi konservatif Heritage Foundation.

"Sebaliknya, hal itu bisa dilihat sebagai langkah penting AS menghadapi salah satu ancaman paling mematikan bagi warganya, Israel, dan negara Teluk Arab," lanjutnya seperti dikutip CNN.

Sementara itu, Iran melalui menteri luar negerinya, Javad Zarif, menegaskan tidak akan bernegosiasi lagi soal kesepakatan yang telah diteken tiga tahun lalu itu.

Zarif menganggap selama ini Iran telah patuh pada perjanjian tersebut.

"Iran tidak akan menegosiasikan kembali apa yang telah disepakati bertahun-tahun lalu dan telah kami laksanakan," ucap Zarif melalui sebuah video yang diunggah di Youtube.


"Kami tidak akan mengalihdayakan keamanan kami, menegosiasikan kembali, atau menambah sesuatu dalam kesepakatan yang telah kami implementasikan dengan baik."

Trump telah lama mengancam akan menarik AS dari kesepakatan yang disahkan pendahulunya, Barack Obama, pada 2015 lalu. Perjanjian dengan Iran disepakati agar Teheran mau menyetop pengembangan senjata nuklirnya, dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

[Gambas:Video CNN]

Trump bahkan telah lama bersumpah akan membatalkan kesepakatan nuklir itu jauh sebelum dirinya duduk di Gedung Putih. Ia menganggap kesepakatan nuklir Iran "adalah perjanjian terburuk yang pernah" dibuat pemerintah Amerika Serikat.

(nat)