Dikutip dari AFP, Jaksa, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, mengatakan pria penyerang itu berteriak "Allahu Akbar" saat menyerang.
Perdana Menteri Edouard Philippe mengatakan bahwa kepolisian menerima laporan kejadian jam 20:47 waktu setempat. Petugas kemudian datang di tempat kejadian lima menit kemudian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah sumber kepolisian mengatakan salah satu petugas berupaya menahan pelaku dengan menggunakan senjata kejut. Namun, hal itu tak berdampak banyak. Salah satu petugas lainnya kemudian menembak pelaku hingga tewas.
Jaksa Penuntut Francois Molins mengatakan bahwa unit anti-terorisme polisi akan melakukan penyelidikan mengingat "modus operasi" sang agresor. Identitas penyerang itu sendiri belum diketahui.
Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab melalui kantor berita Amaq, tetapi tidak memberikan bukti atas klaimnya itu.
"Eksekutor penikaman di kota Paris adalah seorang prajurit ISIS dan operasi itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi," menurut kantor berita Amaq.
Lihat juga:Dua Terduga Teroris Ditangkap di Dekat Paris |