Setelah AS, Guatemala Buka Kedutaan untuk Israel di Yerusalem

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 20:19 WIB
Setelah AS, Guatemala Buka Kedutaan untuk Israel di Yerusalem Guatemala meresmikan pembukaan kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem, Rabu (16/5), mengikuti jejak Amerika Serikat pada awal pekan ini. (Reuters//Ronen Zvulun/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Guatemala meresmikan pembukaan kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem, Rabu (16/5), mengikuti jejak Amerika Serikat pada awal pekan ini.

Hadir dalam upacara, Presiden Guatemala, Jimmy Morales, mengatakan bahwa pemindahan kedubes ini adalah "momen transedental bagi generasi yang akan datang yang akan mengingat bahwa negara mengambil keputusan berani demi Israel."

"Kami melakukan ini karena kalian [Israel] memiliki tempat khusus di hati kami," ucap Morales seperti dikutip AFP.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyambut baik tindakan Guatemala ini. Ia kemudian mengenang kembali hubungan dengan Guatemala sebagai salah satu yang segera mengakui Israel sebagai negara saat pertama kali terbentuk pada 1948.


Dia juga mengatakan akan mengunjungi negara Amerika Latin dengan 16 juta penduduk itu dalam waktu dekat.

"Saya menunggu kesempatan lebih lanjut dengan Anda [Morales] untuk membicarakan rencana-rencana praktis agar kedua negara bisa memperkuat hubungan dan aliansi," ucap Netanyahu.

"Tapi untuk hari ini saya hanya ingin mengatakan bahwa betapa senangnya Israel menjamu Anda," kata dia.
Sejumlah pihak melihat keputusan Guatemala tersebut dipengaruhi oleh keyakinan religius Morales yang menganut ajaran Evangelikalisme.

Ajaran Evangelik menginginkan kaum Yahudi membangun kembali kerajaannya di Yerusalem, yang menurut keyakinan mereka bisa mendorong kehadiran Kristus yang kedua kalinya.

Sebagian pihak juga melihat langkah Guatemala ini sebagai upaya mendekatkan diri pada AS, di saat Morales dituduh sejumlah jaksa menerima kontribusi ilegal kampanye saat pemilu.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Guatemala Gabriel Orellana menilai langkah Morales ini bisa membuat negaranya semakin terpinggirkan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selain Guatemala, negara lain yang diindikasikan akan membuka kedutaan untuk Israel di Yerusalem dalam waktu dekat adalah Paraguay.

Negara yang berbatasan dengan Argetina, Brazil, dan Bolivia itu direncanakan akan membuka kedutaannya di Yerusalem akhir Mei ini. (has)