Uni Eropa: Serangan Iran ke Israel Sangat Mengkhawatirkan

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 11/05/2018 13:52 WIB
Uni Eropa: Serangan Iran ke Israel Sangat Mengkhawatirkan Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, menyebut serangan Iran ke Israel sangat mengkhawatirkan. (REUTERS/Francois Lenoir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Uni Eropa menyebut laporan soal serangan Iran terhadap sejumlah pos tentara Israel "sangat mengkhawatirkan" dan menyatakan Tel Aviv punya hak untuk mempertahankan diri.

"Laporan soal serangan Iran terhadap pos tentara Israel dari wilayah Suriah, yang direspons Israel dengan menyerang balik sasaran Iran di Suriah, sangatlah mengkhawatirkan," kata Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, dikutip Reuters pada Jumat (11/5).
Israel menyatakan telah menyerang hampir seluruh infrastruktur militer Iran di Suriah, menghancurkan puluhan situs, setelah pasukan Teheran menembakkan roket ke wilayah pendudukan Israel untuk pertama kalinya.

Insiden ini terjadi menyusul pengumuman Presiden Donald Trump yang menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan sejumlah negara besar dunia.


Negara-negara Barat gagal membujuk Trump untuk tidak mengambil keputusan tersebut dan, kini, Uni Eropa meminta semua pihak di kawasan menahan diri untuk menghindari eskalasi lebih jauh. Pesan ini pun dilontarkan oleh Jerman dan Perancis.

"Eskalasi dalam beberapa jam terakhir menunjukkan bahwa ini semua soal perang dan perdamaian. Dan saya hanya bisa meminta semua pihak untuk menahan diri," kata Kanselir Jerman Angela Merkel.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian mengatakan situasi di Timur Tengah menjadi sangat berbahaya. Dia juga mengatakan tak ada 'rencana B' untuk merespons langkah Trump dan Pihaknya ingin mempertahankan perjanjian dengan Iran meski Washington sudah tak lagi ikut serta.

"Jelas insiden semalam adalah bagian dari konteks baru di Timur Tengah, di mana hal yang kami takutkan mulai menjadi kenyataan: isu Suriah dan Iran menjadi terkait," kata Le Drian kepada BFM TV, dikutip Reuters.

(aal/aal)