AS Mundur dari Perjanjian Nuklir, Negara Eropa Temui Iran

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 09/05/2018 17:18 WIB
AS Mundur dari Perjanjian Nuklir, Negara Eropa Temui Iran Empat negara yang meneken perjanjian nuklir Iran bertemu pasca AS mundur dari kesepakatan. (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat negara yang meneken perjanjian nuklir Iran bertemu usai Amerika Serikat mundur dari kesepakatan yang ditandatangani pada 2015 tersebut. Menteri Luar Negeri Perancis, Inggris, dan Jerman berencana bertemu dengan perwakilan Teheran guna mendiskusikan masa depan perjanjian nuklir Iran pekan depan.

"Saya akan bertemu rekan saya dari Inggris dan Jerman, juga perwakilan Iran Senin depan untuk mendiskusikan situasi secara menyeluruh," ucap Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian kepada Radio RTL seperti dikutip AFP, Rabu (9/5).

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Perekonomian Perancis Bruno Le Maire mengatakan keputusan AS menarik diri adalah "kesalahan" tidak hanya bagi keamanan internasional tapi juga untuk pertumbuhan ekonomi global.


Le Maire mengatakan langkah Trump turut mempengaruhi perusahaan Eropa yang menanamkan modalnya di Iran. Sejumlah perusahaan besar Perancis seperti Total, Sanofi, Renault, dan Peugeot, paparnya. juga ikut merasakan "konsekuensi" dari keputusan AS itu.

Dia mengatakan keputusan Washington membuat perusahaan-perusahaan Eropa di Iran hanya "memiliki waktu yang sangat singkat selama enam bulan" untuk menyetop investasi mereka, atau akan terkena sanksi AS.

"Padahal, dalam dua tahun terakhir, Perancis telah menggandakan surplus perdagangannya dengan Iran," kata Le Maire.

Le Marie mengatakan dirinya berencana berbicara dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin akhir pekan ini untuk "meninjau setiap kemungkinan" demi menghindari sanksi AS.

Berbeda dengan Eropa, musuh bebuyutan Iran di Timur Tengah seperti Israel dan Arab Saudi menyambut baik langkah Trump tersebut.

Trump telah lama menganggap skeptis perjanjian tersebut. Dia menilai perjanjian nuklir dengan Iran merupakan "kesepakatan terburuk yang pernah dibuat AS" dalam sejarah.

Padahal, perjanjian itu disepakati pada 2015 lalu agar Teheran mau menyetop pengembangan senjata nuklirnya, dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

Selain Perancis, Jerman, dan Inggris dan Iran, tiga anggota perjanjian nuklir lainnya seperti Rusia, dan China berjanji mempertahankan kesepakatan itu.

Presiden Iran Hassan Rouhani menuding Trump memicu "perang psikologis" dan menegaskan Teheran tetap akan melanjutkan pengayaan uraniumnya "tanpa batas" berdasarkan konsultasi pihak-pihak lainnya dalam perjanjian nuklir Iran meski AS telah mundur.

(nat)