Titian Muhibah Anwar Ibrahim dan Habibie

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Sabtu, 19/05/2018 15:43 WIB
Titian Muhibah Anwar Ibrahim dan Habibie Pejuang reformasi Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie sudah menjalin hubungan sejak lama, sebagai teman dan keluarga. (Foto: AFP PHOTO / UPALI ATURUGIRI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus dan pejuang reformasi Malaysia Anwar Ibrahim akan bertemu dengan presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie di Jakarta, besok Minggu (20/5).

Ini bukan kali pertama dua mantan petinggi negara Indonesia dan Malaysia bertemu. Keduanya sudah menjalin hubungan pertemanan sejak lama.

Anwar dan Habibie pun sesekali saling mengunjungi sebagai bagian dari lawatan pribadi bukan pekerjaan. Bahkan dalam acara Mata Najwa pada 2014 silam, Anwar hadir ke Jakarta sebagai kejutan untuk Habibie.
Dalam acara tersebut, Anwar mengatakan Habibie merupakan sosok keluarga baginya.


"Saya anggap keluarga (Habibie). Pasca saya dioperasi dan keluar dari penjara, Ainun dan Habibie yang jaga kami," ujarnya dalam rekaman acara televisi tersebut pada 2014 silam.

Pada 2004, Anwar sempat menjalani operasi di Muchen, Jerman. Saat itu, Habibie dan istrinya lah yang ikut menemani Anwar hingga pulih.

Anwar melihat Habibie sebagai sosok sederhana walaupun seorang politikus.
"Bicaranya (Habibie) pintar dan panjang. Tetapi dia tidak sebagai politisi biasa, dia bicara keyakinan dan nurani. Dia unik sebagai seorang pemimpin dan tokoh," paparnya kemudian.

Anwar melihat kebijakan Habibie yang membebaskan tahanan politik menarik perhatiannya.

"Saya bertanya kepada Habibie di Munchen, apa yang mendorong dia membebaskan tapol. Saat itu dia spontan jawab 'ini soal nurani. Akhirnya saya yang akan bertanggung jawab ke Allah'. Itu bukan jawaban politisi. Itu concern," kisah Anwar.


Sempat Disebut Pengkhianat Bangsa


Anwar dan Habibie pun pernah disebut sebagai pengkhianat negara oleh mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin, tepatnya pada 2012 lalu. Keduanya dinilai memiliki banyak kesamaan. 

Omongan Zainudin tersebut dimuat di koran Utusan Malaysia dan mengundang amarah dari Indonesia. Pasalnya, Zainudin menyebut Habibie dengan perumpamaan yang keras yakni The Dog of Imprealism.

"Pada hakikatnya mereka berdua tidak lebih daripada 'The Dog Of Imperialism'," ucap Zainudin dan dikutip oleh Utusan Malaysia pada 2012 silam.
Kejadian tersebut kemudian ditanggapi Anwar pada 2014 dengan enteng.

"Jangan anggap mantan Menteri Penerangan suara yang waras," ujarnya diselingi tawa.

Esok, Anwar dan Habibie akan bertemu kembali, selang beberapa hari sejak Anwar resmi dibebaskan dari penjara pada Rabu lalu, menyusul kemenangan Mahathir Mohamad dalam pemilu Malaysia. Kedua sahabat itu disebut akan bertemu di kediaman Habibie di bilangan Jakarta Selatan. (age/age)