Kasus 1MDB, Najib Razak Merasa Diperlakukan Seperti Pencuri

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 21/05/2018 13:05 WIB
Kasus 1MDB, Najib Razak Merasa Diperlakukan Seperti Pencuri Najib Razak mengatakan dirinya merasa diperlakukan seperti pencuri dalam kasus dugaan korupsi 1MDB. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan dirinya merasa diperlakukan seperti pencuri oleh aparat yang menyelidiki kasus dugaan korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dalam pidato publik pertama setelah kalah pemilihan umum 9 Mei lalu, Najib menyinggung penggeledahan polisi terhadap sejumlah propertinya dalam beberapa hari terakhir. Ratusan barang mewah milik Najib dan istri, Rosmah Mansor, disita dalam tindakan aparat.

"Setelah saya turun dari pemerintahan, saya diperlakukan seperti pencuri. Bahkan rumah anak-anak saya ikut digeledah. Sepatu bayi dan hadiah pernikahan anak-anak saya ikut disita mereka," kata Najib dalam pertemuan rutin Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO) di Pekan, Minggu (20/5).


"Apa hubungannya antara 1MDB dan sepatu bayi? Apa hubungan antara hadiah pernikahan dan 1MDB?"
Kasus dugaan penyalahgunaan dana 1MDB merongrong Najib sejak Agustus 2015 lalu, saat harian Wall Street Journal melaporkan dugaan aliran sekitar US$700 juta daru lembaga ke rekening pribadi Najib.

Skandal itu dinilai berperan besar dalam kekalahan koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpin Najib dan UMNO dalam pemilu kemarin.
Mahathir Mohamad mendesak percepatan penyelidikan kasus 1MDB.Mahathir Mohamad mendesak percepatan penyelidikan kasus 1MDB. (REUTERS/Olivia Harris)
Kemenangan tak terduga koalisi oposisi Pakatan Harapan membawa rival sekaligus senior Najib, Mahathir Mohamad, kembali menjabat sebagai Perdana Menteri.

Sejak dilantik sebagai orang nomor satu di Malaysia, Mahathir mendesak percepatan penyelidikan lembaga investasi yang didirikan Najib.
Sehari setelah pelantikan, dia memerintahkan otoritas imigrasi mencegah Najib dan istrinya ke luar negeri, meyakini jaksa Malaysia bisa segera mendapatkan bukti yang cukup untuk menuntut Najib dalam kasus tersebut.

Pria 92 tahun itu juga meminta sejumlah negara yang ikut menyelidiki kasus 1MDB, seperti Amerika Serikat, Singapura, hingga Swiss untuk membantu Malaysia.
Skandal 1MDB sempat memicu protes besar-besaran.Skandal 1MDB sempat memicu protes besar-besaran. (REUTERS/Edgar Su)
Meski terjerat skandal, popularitas Najib, khususnya di Pekan, tampaknya masih cukup tinggi.

Ratusan pendukung menyambut Najib dan istrinya saat tiba di kediaman mereka di Seri Kenangan di Pekan, kemarin. Beberapa anggota UMNO memeluk serta mencium Najib dan istrinya saat mereka tiba.
"Dia diperlakukan seperti pencuri tanpa bukti apa pun yang menjelaskan dia bersalah. UMNO akan bangkit kembali," kata Zakri Kassim, kepala partai UMNO daerah Pekan seperti dikutip Channel NewsAsia.

Banyak warga di Pekan yang percaya bahwa Najib tidak bersalah dalam kasus 1MDB. Sebagian besar dari mereka menganggap Najib hanya korban permainan politik.

"Saya sangat sedih mengenai apa yang sedang terjadi. Dia telah menolong kami membangun kembali tempat tinggal setelah hancur akibat badai buruk. Meski dia kalah dalam pemilu nasional, saya bangga dia menang di Pekan," tutur Syaida, 34, seorang pemilik toko di Pekan.

Syaida menganggap tudingan korupsi kepada Najib bisa saja palsu. Namun, dia mengatakan akan tetap menerima jika hasil penyelidikan menyimpulkan ada bukti cukup keterlibatan Najib dalam kasus tersebut.

"Kami tidak tahu. Mungkin dia membuat kesalahan atau mungkin tidak," katanya.

(aal)