Balas Serangan Roket, Israel Gempur 25 Basis Hamas

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 30/05/2018 14:05 WIB
Israel menggempur lebih dari 25 titik basis Hamas sebagai balasan atas serangkaian serangan roket dan mortir dari kelompok yang menguasai Jalur Gaza tersebut. Ilustrasi bentrokan di Jalur Gaza. (Reuters/Mohamad Torokman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel menggempur lebih dari 25 titik basis Hamas sepanjang Rabu (30/5) malam sebagai balasan atas serangkaian serangan roket dan mortir dari kelompok yang menguasai Jalur Gaza tersebut.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan sepanjang malam itu menargetkan gudang drone, tempat pembuatan roket, dan "pangkalan militer" Hamas di Jalur Gaza.

Mereka menjelaskan bahwa gempuran ini dilakukan setelah Hamas dan Islamic Jihad menembakkan lebih dari 70 roket dan mortir ke arah Israel sepanjang Selasa (29/5).
Akibat serangan tersebut, tiga tentara Israel terluka. Sementara itu, belum ada laporan yang mengungkap jumlah korban di sisi Jalur Gaza.


Juru bicara Islamic Jihad mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata sudah tercapai. Namun, tentara Israel menolak berkomentar ketika dihubungi AFP.

Hamas dan Islamic Jihad sendiri sudah mengakui bertanggung jawab atas serangan roket dan mortir sepanjang Selasa.
Dalam pernyataan bersama, Hamas dan Islamic Jihad mengatakan bahwa serangan gabungan itu adalah bentuk balas dendam atas serangan Israel ke basis mereka.

Aksi saling balas serangan ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan di sepanjang perbatasan Israel dan Jalur Gaza sejak Maret lalu.

Warga Palestina menggelar aksi besar-besaran agar para pengungsi dapat kembali ke kampung halaman nenek moyang mereka yang kini sudah menjadi wilayah kekuasaan Israel.

Setiap pekan, pengunjuk rasa membakar ban dan melempari batu ke pagar pembatas, di mana tentara Israel bersiaga.
Para tentara Israel pun tak segan melepaskan tembakan jika ada demonstran yang mendekati pagar perbatasan.

Situasi kian panas setelah Amerika Serikat resmi memindahkan gedung kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem pada awal Mei lalu.

Pemindahan kedubes AS ini sesuai dengan keputusan Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember lalu.

Keputusan ini menuai kecaman karena selama ini Yerusalem berada di pusaran konflik Israel dan Palestina. Mereka memperebutkan Yerusalem sebagai ibu kota negara masing-masing. (has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK