Insiden itu menewaskan setidaknya 28 orang, termasuk pelaku yang melakukan serangan bom bunuh diri bersama-sama anggota keluarganya.
"Tragedi ini memberikan pesan perlu usaha dan kerja sama dalam melawan terorisme pada level global," kata Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski menyinggung masalah terorisme, Modi juga mengapresiasi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Menurutnya, Pancasila menjadi dasar hidup yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia meski berbeda latar belakang, adat istiadat, agama, budaya, serta suku.
"Di bawah filosofi Pancasila, antaragama, kepercayaan, adat serta tradisi terintegrasi satu dengan yang lain," ujar Modi.
Puluhan anak itu mengibarkan bendera kecil India dan Indonesia sambil meneriakkan nama kedua negara ketika Modi tiba di sana.
Modi pun menyalami setiap anak yang berada di barisan depan dari ujung ke ujung sambil sesekali mengusap kepala anak itu.
"Hati saya tersentuh ketika anak-anak berpakaian adat menyambut kehadiran saya," tuturnya.
(aal)