Remaja dan Ibu Rumah Tangga Rencanakan Teror di Malaysia

REUTERS, CNN Indonesia | Jumat, 01/06/2018 14:31 WIB
Remaja dan Ibu Rumah Tangga Rencanakan Teror di Malaysia Kota Mosul, Irak, yang hancur lebur akibat teror kekejaman ISIS. (REUTERS/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Malaysia dikabarkan menahan 15 orang yang diduga terkait dengan kegiatan kelompok teroris ISIS, seperti yang dilansir dari Reuters pada Jumat (1/6).

Dalam penangkapan tersebut, Kepolisian Malaysia mengatakan beberapa di dalamnya termasuk pelajar SMA dan ibu rumah tangga yang dicurigai berencana untuk melakukan aksi teror tunggal (lone wolf) di beberapa kawasan di Kuala Lumpur.

Di antara belasan orang tersebut, sembilan orang merupakan warga negara asing.


Operasi penangkapan dilakukan sejak 27 Maret hingga 9 Mei 2018 di bawah pimpinan Inspektur Jendral Mohamad Fuzi, seperti yang dikutip dalam keterangan resmi Kepolisian Malaysia.

Fuzi lanjut mengatakan bahwa rencana penyerangan meliputi gereja, vihara dan pusat hiburan.

Sejumlah remaja berusia 17 tahun yang ditangkap dalam penangkapan tertangkap tangan membuat enam bom dan sudah mengujicoba salah satunya.

"Mereka melakukan survei dan merekam kegiatan di sekitar lokasi target teror. Video tersebut diunggah ke dalam empat grup pesan yang terkait dengan kelompok ISIS," kata Fuzi.

Selain remaja, polisi juga menangkap ibu rumah tangga berusia 51 tahun. Ia diduga menjadi calon pengebom mobil saat pemungutan suara Malaysia di kawasan non-Muslim.

"Ia berencana menabrakkan mobilnya ke arah pemukiman. Mobilnya dirancang penuh bensin agar bisa meledak dahsyat," ujar Fuzi.

Sedangkan warga negara asing yang ditangkap berasal dari Banglades, Filipina dan Afrika Utara.

Seorang warga Banglades yang merupakan pemilik tempat makan diduga menyelundupkan senjata api. Sementara itu enam warga Filipina yang ditangkap terkait dengan aksi teror ISIS di Filipina.

Dan pasangan suami istri asal Afrika Utara yang ditangkap diketahui berencana bergabung dengan ISIS di negaranya. Mereka telah dideportasi oleh polisi pada bulan April.

Sama seperti Indonesia, Malaysia juga terus digempur teror. Hingga akhir tahun lalu ratusan orang telah ditangkap karena diduga terkait dengan aksi teror.

Tahun 2016 menjadi tahun teror pertama Malaysia setelah kelompok ISIS mengaku menjadi pelaku pelemparan granat di Kuala Lumpur. Saat itu enam orang terluka.

(ard)