PM India Kritik Proteksionisme Perdagangan AS dan China

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Sabtu, 02/06/2018 11:34 WIB
PM India Kritik Proteksionisme Perdagangan AS dan China PM India Narendra Modi mengkritik kebijakan perlindungan perdagangan yang diterapkan Amerika Serikat dan China. (REUTERS/Adnan Abidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri India Narendra Modi mengkritik kebijakan proteksionisme perdagangan dan berharap negara-negara Asia bisa mewujudkan gagasan Indo-Pasifik yang bebas dan adil.

Kritik terhadap kebijakan yang mengetatkan perdagangan antarnegara itu ditujukan terutama untuk dua pemain besar di kawasan Indo-Pasifik yakni Amerika Serikat dan China.

Kritikan ini dikeluarkan Modi setelah beberapa hari sebelumnya presiden AS Donald Trump mengeluarkan tarif impor pada beberapa produk dari negara-negara mitranya.


"Solusi tidak dapat ditemukan di balik dinding proteksi, tapi melalui perubahan. Yang kita cari adalah arena yang sama bagi semua. India mendukung perdagangan internasional yang terbuka dan stabil," kata Modi dalam pidato resmi di Shangri-La Dialogue saat menyambangi Singapura, kemarin (2/6), dikutip dari CNN.

Modi berpendapat tak ada negara di dunia yang bisa hidup sendiri sehingga setiap negara harus dapat bekerja sama dan mengesampingkan kompetisi.

"Kami percaya bahwa kemakmuran dan keamanan, menuntut kita untuk berevolusi melalui dialog, sebuah aturan umum untuk kawasan ini. Dan itu harus berlaku untuk semua individu dan juga kepentingan global," tutur PM India itu.

Dalam pidato itu, Modi juga menyinggung hubungan kerja sama antara India dan China. Dia mengatakan sejauh ini kerja sama itu sedang berkembang dan berjalan dengan baik.

"Kerjasama India-China sedang berkembang. Perdagangan sedang tumbuh. Dan, kami telah menunjukkan kedewasaan dan kebijaksanaan dalam mengelola masalah dan memastikan perbatasan yang damai," kata Modi

"Saya sangat percaya bahwa Asia dan dunia akan memiliki masa depan yang lebih baik ketika India dan China bekerja sama dalam kepercayaan dan keyakinan."

Sebelum menyambangi Singapura, Modi melakukan lawatan ke Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia, dia mengikuti serangkaian agenda termasuk membahas perdagangan, pertahanan dan Indo-Pasifik. Dia juga menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama.

Modi bahkan sempat bermain layang-layang bersama Presiden Joko Widodo.
(vws)