KTT Trump-Kim, Singapura Perketat Penerbangan 11-13 Juni

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 18:54 WIB
KTT Trump-Kim, Singapura Perketat Penerbangan 11-13 Juni Singapura akan membatasi penerbangan selama pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pekan depan. (AFP Photo/Toh Ting Wei)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Singapura akan membatasi penerbangan dari dan menuju negara tersebut selama pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pekan depan.

Menurut pemberitahuan dari situs Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan Organisasi Penerbangan Federal AS (FAA), pembatasan akses penerbangan pesawat komersil ini akan berlaku sementara waktu selama 11-13 Juni mendatang.

Seluruh pesawat komersil yang tiba di Bandara Internasional Changi akan diminta mengurangi kecepatan. Pemberitahuan itu juga memaparkan bahwa pesawat-pesawat tersebut akan menghadapi batasan hingga larangan penggunaan beberapa landasan pacu karena "alasan keamanan".


Meski begitu, hingga kini pihak Bandara Changi mau pun Otoritas Aviasi Sipil Singapura belum bisa dimintai konfirmasi soal pemberitahuan tersebut.


Dikutip Reuters, pemberitahuan terpisah situs ICAO juga memperingatkan seluruh pesawat untuk menghindari Pangkalan Udara Paya Lebar selama periode waktu tersebut.

Wilayah itu merupakan salah satu situs militer Singapura yang pernah digunakan Trump mendarat saat berkunjung ke negara kota itu beberapa waktu lalu.

ICAO memperingatkan bahwa setiap pesawat yang melanggar dan mencoba mendekati landasan itu kemungkinan besar "akan dicegat".

Sebagai tuan rumah, Singapura terus berbenah dan memperketat pengamanan menjelang pertemuan bersejarah Trump dan Kim Jong-un 12 Juni nanti.


Selain memperketat wilayah udara, Singapura juga telah membentuk sejumlah zona khusus di beberapa titik kota selama 10-14 Juni. Zona pengamanan khusus itu meliputi pusat kota yang merupakan lokasi dari Kementerian Luar Negeri Singapura, kedutaan besar AS, dan beberapa hotel mewah.

Selain pusat kota, Singapura juga memberlakukan zona khusus di Pulau Sentosa, lokasi pertemuan Trump dan Kim akan berlangsung.

Sejumlah alat seperti pesawat nirawak atau drone hingga sistem pengeras suara juga dilarang digunakan di area-area itu selama periode tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(nat)