Rahasia, Macron Sebut Pembicaraan dengan Trump Seperti Sosis

Natalia Santi, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 18:13 WIB
Rahasia, Macron Sebut Pembicaraan dengan Trump Seperti Sosis Presiden Perancis Emmanuel Macron menyebut pembicaraan teleponnya dengan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin dunia lainnya seperti sosis. (Reuters/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Perancis Emmanuel Macron menyebut pembicaraan teleponnya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin dunia lainnya seperti sosis. Cukup dillihat hasil akhirnya, tak perlu dijelaskan bagaimana pembuatannya.

Selama konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Macron ditanya soal laporan CNN yang menyebut pembicaraan teleponnya dengan Trump 'mengerikan'.

Meminjam ungkapan terkenal negarawan Prusia abad ke-19, Otto von Bismarck, Macron menahan diri untuk berkomentar soal percakapan rahasianya dengan para pemimpin dunia lainnya.


"Seperti pernah dikatakan Bismarck, jika kita menjelaskan kepada orang-orang bagaimana sosis dibuat, tampaknya mereka tidak akan lagi menyantapnya," kata Macron kepada wartawan.


"Jadi saya suka saat orang melihat makanan yang sudah jadi, tapi saya tidak yakin komentar dari dapur bakal membantu mereka menyantapnya," kata Macron.

Pernyataan dari Kantor Kepresidenan Perancis menyatakan presiden berusia 40 tahun itu menyebut keputusan Trump menetapkan tarif pada sekutu-sekutunya adalah sebuah kesalahan dan ilegal.

Pernyataan lebih pendek dari Gedung Putih menyebut pembicaraan telepon yagn sama membhas masalah perdagangan dan imigrasi tanpa merinci lebih lanjut.

Adapun laporan CNN pada Senin (4/6) menyebut Macron mengkritik habis kebijakan-kebijakan Trump dalam pembicaraan lewat telepon tersebut.

"Buruk. Sangat buruk," kata salah satu sumber kepada CNN. "Macron pikir dia bisa mengutarakan pikirannya, berdasarkan hubungan mereka. Tapi Trump tidak bisa dikritik seperti itu."


"Kedua pemimpin membahas masalah migrasi di Libya dan kerangka waktu untuk menyelesaikannya. Presiden Trump menggarisbawahi perlunya menyeimbangkan perdagangan dengan Eropa," tulis pernyataan Gedung Putih seperti dikutip CNN.

Macron, yang tidak suka dengan komentar pendahulunya Francois Hollande yang sering memberikan komentar off the record kepada wartawan, telah membuat jarak sejak terpilih tahun lalu. Dia juga melarang orang-orang dekatnya menceritakan 'kisah di balik layar' pemerintahannya.

"Anda bisa pergi dan bertanya kepada orang-orang yang memberi komentar. Tapi di sini di Paris, kami tidak bisa mengomentari bagaimana prosesnya atau apakah panas, dingin atau buruk. Kita terus melanjutkan kerja kita," kata Macron.

[Gambas:Video CNN]

Macron menambahkan dia akan melakukan pembicaraan terus terang dan 'blak-blakan' dengan Trump pada pertemuan G-7 di Kanada pada 7-8 Juni mendatang. Baik tentang masalah yang disepakati bersama, atau pun yang tidak sepaham.

(nat)